Breaking News:

WALHI Sulawesi Tengah Duga Ada Keterlibatan Polisi di Aktivitas Tambang Ilegal Dongi-dongi

WALHI Sulawesi Tengah menduga adanya keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam membekingi aktivitas pertambangan illegal di Dongi-Dongi.

Dok. Pribadi
Direktur WALHI Sulawesi Tengah, Abdul Haris Lapabira. 

Lanjut Didik, pengawasan di daerah Dongi-dongi terus dilakukan, bahkan polisi membangun pos di sekitar wilayah tambang ilegal tersebut.

"Jadi pengawasan tetap dilaksanakan," jelas Didik, Rabu (15/1/2020) siang.

Didik menjelaskan alasan mengapa aktivitas tambang ilegal di Dongi-dongi masih terus berlangsung, padahal tambang di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) sudah ditutup beberapa tahun lalu.

Menurutnya, pelaku tindak pidana di daerah Dongi-dongi, juga sama dengan pelaku tindak pidana di daerah lain.

"Kenapa kok di sini masih terjadi tindak pidana meski banyak polisi, sama dengan di sana (Dongi-dongi, red), mereka juga tahu celahnya, tahu kelemahan kita kapan, mereka akan beraktivitas," kata Didik.

Didik juga mengakui bahwa pelaku tindak pidana selalu mencari celah untuk melakukan aksinya.

"Jadi main kucing-kucingan," ungkap Didik.

Sebelumnya diberitakan, empat orang ditangkap Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah karena diduga terlibat aktivitas tambang ilegal.

Mereka ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana dalam bidang minerba dan batubara.

Terduga pelaku itu kedapatan mengangkut material hasil tambang berupa pasir alias reff tanpa izin dari yang ditambang di daerah Dongi-dongi, Kabupaten Poso.

Halaman
123
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved