Sempat Terancam Hukuman Seumur Hidup, Pelajar yang Bunuh Begal Divonis Pembinaan di Pesantren

Setelah sempat terancam hukuman seumur hidup, ZA pelajar yang bunuh begal akhirnya divonis pembinaan selama satu tahun layaknya santri di pondok.

net
Ilustrasi begal 

Misalnya saja Hotman Paris yang dengan lantang mengajak masyarakat Indonesia untuk mengawal kasus ZA.

Mendengar kegaduhan tersebut, pihak Kejaksaan Negeri Kepanjen angkat bicara.

Remaja pembunuh begal, ZA mendapat keputusan sidang. Pelajar SMA itu diputuskan majelis hakim agar dikirim ke LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Dairul Aitam Wajak selama satu tahun.
Remaja pembunuh begal, ZA mendapat keputusan sidang. Pelajar SMA itu diputuskan majelis hakim agar dikirim ke LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Dairul Aitam Wajak selama satu tahun. (Tribunjatim.com/Erwin Wicaksono)

Kepala Seksi Pidana (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Kepanjen Sobrani Binzar memastikan ZA tak akan mendapat hukuman seumur hidup.

"Semua harus dibuktikan. Tapi dakwaan seumur hidup saya pastikan tidak ada," katanya, Senin (20/1/2020), dikutip Tribunnews dari Tribun Jatim.

ZA didakwa oleh jaksa dengan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Pada sidang ketiga yang digelar Selasa (21/1/2020) dengan agenda pembacaan tuntutan, JPU menunut ZA dengan tuntutan satu tahun pembinaan.

Sementara itu, pada sidang putusan, majelis hakim akhirnya memutuskan ZA mendapat pembinaan selama satu tahun.

ZA terbukti melakukan tindak penganiayaan berujung kematian berdasar pasal 351 KUHP.

Menurut kuasa hukum ZA, Bhakti Riza, kliennya tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana.

"Namun dalam BAP dari Polres Malang yang kita terima, peristiwa itu hanya terjadi proses penikaman saja,"

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved