Breaking News:

Virus Corona

Cara Korea Selatan Hadapi Covid-19, Mulai dari Tes Drive Thru hingga Pantau Lewat Aplikasi Ponsel

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang mendapat pujian atas penanganan mereka terkait pandemi virus corona Covid-19.

YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 telah meluas ke ratusan negara di seluruh dunia.

Oleh karenanya, setiap negara pun berusaha keras untuk mengatasi dan mencegah penyebaran virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut.

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang mendapat pujian atas penanganan mereka terkait pandemi virus corona Covid-19.

Negara tersebut dianggap terdepan dalam melaksanakan Rapid test melalui berbagai cara termasuk 'drive thru'.

Ini beragam inovasi yang dilakukan Korea Selatan dalam penanganan Covid-19.

Berikut inovasi Korea Selatan dalam menangani virus Corona setelah tes 'drive thru', dari aplikasi hingga ancaman deportasi bagi pelancong.

Korea Selatan dianggap baik dalam melakukan penanganan pandemi virus Corona di negara mereka.

Korea Selatan telah menyatakan darurat virus Corona sejak bulan Februari lalu.

Jika Lockdown Diterapkan untuk Atasi Covid-19, DKI Jakarta Disebut Bakal Butuh Rp5 Triliun

BREAKING NEWS: Total 1.155 Kasus Virus Corona di Indonesia per Sabtu, 28 Maret 2020



Pasien Virus Corona di Korsel Naik Tajam Jadi 763 Orang, Presiden Naikkan Status ke Level Tertinggi
Pasien Virus Corona di Korsel Naik Tajam Jadi 763 Orang, Presiden Naikkan Status ke Level Tertinggi (EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT)

Naiknya jumlah kasus virus Corona tersebut diduga berasal dari sebuah sekte di Korea Selatan yang dianggap 'sesat yang bernama Gereja Shincheonji.

Banyaknya anggota Shincheonji kini tertular, yang diduga dimulai dari perempuan 61 tahun yang mengalami demam pada 10 Februari lalu.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved