Virus Corona
WHO Peringatkan Bahaya Semprot Disinfektan di Bilik Sterilisasi, Guru Besar ITS Beri Saran Ini
Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan penjelasan lengkap untuk mencegah kepanikan masyarakat soal bilik sterilisasi.
TRIBUNPALU.COM - Dalam mencegah penyebaran virus corona Covid-19, salah satu upaya yang dilakukan adalah penyemprotan disinfektan.
Namun, penyemprotan disinfektan tidak hanya dilakukan pada benda mati, tetapi juga pada manusia.
Salah satunya pada ratusan WNI yang baru tiba di Indonesia setelah dijemput pulang dari Wuhan, episentrum wabah, beberapa waktu yang lalu.
Pun saat ini, banyak tempat umum di sejumlah daerah seperti bandara dan masjid, yang menyediakan tempat khusus, bilik sterilisasi, untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan kepada orang-orang yang berada di sana.
Dikutip dari Kompas.com dari artikel berjudul "WHO Ingatkan Risiko Semprot Disinfektan pada Manusia: Mudah Terbakar hingga Keracunan",
Penyemprotan disinfektan diyakini dapat mematikan virus yang mungkin ada di permukaan pakaian atau badan seseorang.
Penjelasan WHO
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penyemprotan disinfektan bukan hal yang disarankan untuk dilakukan terhadap tubuh manusia.
Melalui laman Instagram @ who, disebutkan bahwa penyemprotan disinfektan ke seluruh tubuh seseorang tidak bisa membunuh virus yang terlanjur masuk ke dalam tubuh.
Sebaliknya, penyemprotan tersebut justru bisa merusak pakaian yang dikenakan, bahkan melukai tubuh orang yang menerima tindakan tersebut.
"Menyemprotkan zat-zat semacam itu dapat merusak pakaian atau selaput lendir (seperti mata, mulut)," tulis WHO dalam informasi tersebut.
Penggunaan alkohol dan klorin dalam disinfektan bisa digunakan untuk mensterilkan permukaan suatu benda, namun harus di bawah rekomendasi yang tepat.
Informasi serupa juga diunggah ulang oleh perwakilan WHO di Indonesia dr. Paranietharan melalui Twitter di akun @NParanietharan.
Dia menandai akun Kementerian Kesehatan RI, BNPB, Menteri Luar Negeri, Dinas Kesehatan Jakarta, dan lainnya untuk memastikan informasi ini tersampaikan.
"#Indonesia Please do not spray disinfectants on people #COVID19 #CoronaVirusIndonesia, it may be harmful @KemenkesRI @BNPB_Indonesia #JakartaTanggapCorona #Jakarta #LawanCovid19 @kemenkopmk @Menlu_RI @dinkesJKT @WHOIndonesia," demikian isi tweet yang diunggah dr. Paranie, Minggu (29/3/2020).
• Kabar Baik! Ini Cara dan Syarat Agar Bebas Angsuran Selama Setahun, Pengajuan Berlaku Mulai Hari Ini
• Jubir Presiden Sebut Program Relaksasi Kredit hanya Berlaku Bagi Warga yang Positif Virus Corona
• Ditemani 20 Selir, Raja Thailand Isolasi Diri di Hotel Jerman di Tengah Pandemi Virus Corona