Virus Corona
WHO Peringatkan Bahaya Semprot Disinfektan di Bilik Sterilisasi, Guru Besar ITS Beri Saran Ini
Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan penjelasan lengkap untuk mencegah kepanikan masyarakat soal bilik sterilisasi.
Penumpang itu membuat beberapa penumpang yang melihatnya terkejut.
Lucunya lagi, penumpang yang tak diketahui identitasnya itu tampak berjalan lenggak-lenggok sambil menggeret koper hitam di tangan kanannya.
Merujuk pandemi virus corona (covid-19), penumpang tersebut dianggap mengenakan pakaian yang cukup ekstrem.
Apakah penumpang itu berusaha melindungi diri atau hanya sekedar membuat kelucuan saja?
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait kejadian di Bandara Miami tersebut.
• Novel Baswedan: Jika cuma Ancaman Lisan, Hukuman Mati Koruptor Dana Virus Corona tak Bakal Efektif
• Pesawat Lionair yang Bawa Petugas Medis untuk Bantu Atasi Corona Jatuh dan Terbakar, 8 Orang Tewas
• Mengalami Dua Kecelakaan dalam Tujuh Bulan, Maskapai Lionair Filipina Bakal Dilarang Terbang

Trik Aman Ala Guru Besar ITS
Mengutip tulisan berjudul Manfaat dan Bahaya Bilik Sterilisasi Menurut Dosen ITS yang dilansir dari situs resmi ITS , Prof Dr rer nat Fredy Kurniawan MSi, guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan penjelasan lengkap untuk mencegah kepanikan masyarakat.
Fredy mengungkapkan, virus baru ini (Covid-19) telah menyita banyak perhatian dari semua kalangan, mulai dari dokter, para ahli, hingga masyarakat awam.
Saat ini, disinfektan dan antiseptik yang dinilai sebagai langkah preventif untuk mencegah penularan virus corona banyak diburu dan bahkan diracik sendiri oleh masyarakat.
“Yang lebih menarik lagi adalah munculnya fenomena bilik sterilisasi atau sterilization chamber, saya kira hal ini dipicu oleh keberhasilan Vietnam yang turut mempopulerkan lewat dunia maya,” ujar Fredy.
Setelah ramai akan berita tersebut, lanjut Fredy, semua daerah termasuk di Indonesia ikut membuat bilik sterilisasi.
“Masalah mulai timbul ketika ada sentilan dari WHO terkait bahaya pemakaian alkohol dan chlorine pada tubuh,” kata dosen Departemen Kimia ITS ini.
Menurutnya, informasi tersebut mengingatkan pada kita bahwa bahan kimia perlu ditangani dengan benar.
• Jika Karantina Wilayah Diterapkan, Mahfud MD Ingin Mencontoh Lockdown di Belanda
Dalam hal ini, pengetahuan mengenai kimia sangat diperlukan, mengingat banyak masyarakat awam yang membuat disinfektan maupun antiseptik sendiri.
“Bila dilakukan oleh orang yang tidak punya kompetensi dan kapabilitas yang cukup dalam meramu dan menggunakan secara benar, maka akan sangat berbahaya bagi diri sendiri, orang lain, dan juga lingkungan dalam waktu dekat dan bisa jadi jangka panjang,” ungkap Fredy prihatin.