Bob Hasan Meninggal Dunia; Pernah Dijuluki 'Raja Hutan', Kini jadi Pahlawan Atletik Indonesia
Bob Hasan meninggal dunia akibat kanker, Selasa (31/3/2020). Sosoknya yang pernah dijuluki 'Raja Hutan', kini jadi pahlawan atletik Indonesia.
"Sekarang saya punya dua 'perusahaan besar', yaitu PASI(Persatuan Atletik Indonesia) dan PERTUNI (Persatuan Tunanetra Indonesia)," kata Bob Hasan pada artikel yang tayang 9 Februari 2015 silam.
Kesuksesan di dua bidang barunya itu, membuat namanya kembali pulih.
Terhitung lebih dari empat dekade, Bob Hasan memimpin Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Nama Bob Hasan kembali disorot media saat mengiringi kesuksesan Muhammad Lalu Zohri yang berhasil meraih juara dunia U-20 di Finlandia dengan catatan waktu 10,18 detik.
Lahir dari keluarga yang sederhana, keberhasilan atlet muda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tak terlepas dari dukungan Bob Hasan.
Diberitakan, Bob Hasan lah yang memberikan sokongan dana untuk Zohri, yang berasal dari kantong pribadinya sendiri.
Usahanya merogoh kocek sendiri itu demi mengantarkan Zohri ke turnamen level internasional.
Maka tak heran jika saat mengucapkan rasa terima kasihnya, Zohri menyebut nama Bob Hasan di urutan pertama.
"Saya ucapkan terima kasih pada PB PASI dan jajarannya, masyarakat NTB, Pak Bob Hasan, coach Eni, coach Fadlin, coach Erwin, coach Farel dan teman-teman semua. Terima kasih atas dukungannya," kata Zohri seperti dikutip dari Kompas.com.

Di masa kepemimpinannya, banyak atlet yang lahir untuk mengharumkan nama bangsa dari dunia atletik.
Sebut saja, Mardi Lestari yang didapuk menjadi raja Asia Tenggara di era 80-an.
Triyaningsih, pelari jarak jauh putri yang mendapatkan emas di Sea Games 2007, 2009, dan 2011 di nomor 5.000 dan 10.000 meter.
Ada juga Ruwiyati, kakak dari Triyaningsih yang mendapatkan medali emas di maraton Sea Games 1995 dan 1997.
Kemenangan dramatis diraih Supriyati Sutono yang mendapatkan medali emas Asian Games 1998 di nomor 5.000 meter.
Eduardus Nabunome, banyak mendapatkan medali emas Sea Games di dekade 80-an dan 90-an untuk lari jarak jauh.
Belakangan ada juga pelari jarak pendek yang sempat jadi manusia tercepat se Asia Tenggara yakni Suryo Agung.
Terakhir, tentu saja Zohri yang kini sudah lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Maka tak heran jika pria kelahiran Semarang tahun 1931 itu berhak menyandang julukan Pahlawan Atletik Indonesia.
(TribunPalu.com/Kompas.com)