Breaking News:

Pemerintah Tengah Mengkaji Pengganti Libur Lebaran Agar Masyarakat Tak Mudik di Tengah Wabah Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mempertimbangkan adanya penggantian hari libur nasional, agar masyarakat bisa melakukan mudik di lebaran 2020

Editor: Imam Saputro
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
FOTO ILUSTRASI - Sejumlah peserta mudik gratis saat menunggu pemberangkatan di depan Kantor DPW Partai Nasdem Sulteng, Sabtu (1/6/2019) sore. 

Jokowi menyampaikan, arus mudik yang lebih dini bukan didorong oleh faktor budaya, melainkan berkurangnya sumber pendapatan warga.

Mengingat, penghasilan pekerja informal menurun drastis di tengah kebijakan tanggap darurat.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Instagram.com/jokowi)

Jaring pengaman sosial merupakan kebijakan pemerintah yang harus segera diselesaikan.

Sehingga, antisipasi pembatasan pergerakan orang, dan menjaga jarak aman akan lebih didisiplinkan.

“Ini sesuai dengan protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat."

"Saya kira akan memberikan pengaruh yang besar terhadap jumlah yang positif Covid-19,” jelasnya.

Pengawasan dan pengendalian harus dilakukan di tingkat daerah, terutama di level kelurahan atau desa.

Melalui pemantauan dan laporan yang diterima, Jokowi mulai melihat adanya pergerakan dan kesadaran warga di tingkat tersebut untuk turut berupaya mencegah penyebaran corona yang semakin luas di wilayah mereka.

“Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas, baik itu RW maupun RT."

"Sehingga pemudik yang pulang dari Jabodetabek bisa diberlakukan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) sehingga harus menjalankan isolasi mandiri,” imbuh Jokowi.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved