Kisah Pilu Dokter di India yang Tangani Wabah Covid-19, Diludahi, Diserang, dan Mendapat Makian
Dalam perjuangan melawan virus corona baru Covid-19, tenaga medis -dokter dan perawat- tentu berperan penting sebagai garda terdepan.
TRIBUNPALU.COM - Dalam perjuangan melawan virus corona baru Covid-19, tenaga medis -dokter dan perawat- tentu berperan penting sebagai garda terdepan.
Namun, sayangnya tidak semua dokter yang berupaya melawan virus ini mendapat perlakuan baik.
Sejumlah dokter bahkan mengalami stigma buruk, serta perlakuan kasar dan tak manusiawi, tak hanya di Indonesia, tetapi juga negara lain, India misalnya.
Dokter di India mengungkapkan kisah pilu bagaimana mereka diludahi dan diserang di tengah perjuangan melawan virus corona.
Sejumlah laporan menyatakan, tim medis mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga, di mana perawat yang dimaki menggunakan bahasa kasar.
Ada juga cerita bagaimana dokter beserta keluarganya mendapatkan diskriminasi dari tetangga karena merawat penderita virus corona.
Saat ini, India melaporkan 2.567 kasus penularan, dengan korban meninggal mencapai 72 orang, demikian dilaporkan BBC Jumat (3/4/2020).
Satu video yang tengah viral di media sosial menunjukkan massa melemparkan batu kepada dua dokter perempuan yang mengenakan pakaian pelindung di Indore.
• Dokter Tirta Tanggapi Penolakan Tenaga Medis dan Jenazah Covid-19: Yang Harus Diedukasi itu Society
• Ada Stigma Negatif terhadap Tenaga Medis di Indonesia, Dokter Tirta: Lawan Virusnya, Bukan Orangnya
• Benarkah Cuaca Panas Bikin Mati Virus Corona di Tenggorokan, Ini Penjelasan Ikatan Dokter Indonesia
• Kisah di Balik Foto 2 Pocong di Gapura: Disebut Jaga Karantina Wilayah, Berawal dari Foto Viral 2019
Keduanya saat itu dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan terhadap wanita yang diyakini terjangkit Covid-19 tatkala mendapat serangan.
Meski terluka karena diserang, salah satu tenaga medis, Zakiya Sayed, menegaskan dia tidak akan mundur dari kewajibannya merawat pasien.
Dia menceritakan, dia dan rekannya tengah melaksanakan rutinitas memeriksa Orang dalam Pengawasan (ODP) ketika mendapat serangan.
"Saya belum pernah mengalami yang seperti ini. Sangat menakutkan. Kami berhasil menghindari mereka. Saya terluka namun tidak takut," tegas dia.
Dokter Sayed mengatakan, dirinya tidak mempunyai alasan untuk menaruh curiga bahwa masyarakat saat ini gelisah dengan keberadaan tim medis.
Karena itu, dia dan rekannya pergi untuk mengonfirmasi perempuan yang diketahui sempat berhubungan dengan penderita Covid-19 saat masyarakat menyerang mereka.
Penegak hukum bergerak cepat dengan menahan tujuh orang yang diduga bertanggung jawab atas serangan terhadap Sayed dan koleganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dokter-di-wuhan-corona.jpg)