Kisah Pilu Dokter di India yang Tangani Wabah Covid-19, Diludahi, Diserang, dan Mendapat Makian
Dalam perjuangan melawan virus corona baru Covid-19, tenaga medis -dokter dan perawat- tentu berperan penting sebagai garda terdepan.
Dr Anand Rai, anggota gugus tugas Covid-19 di India menyatakan, insiden tersebut terjadi di wilayah yang masyarakatnya kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.
Rai menerangkan, Indore menjadi salah satu lokasi aksi protes menentang UU Kewargengaraan baru yang dinilai mendiskriminasi Muslim.
Karena itu dalam pengamatannya, kemarahan penduduk akan pemerintah kemungkinan dilampiaskan terhadap Sayed dan rekannya yang tengah bertugas.
"Tetapi, apa pun alasannya, tak boleh dijadikan alasan untuk menyerang tim medis, apalagi di tengah darurat kesehatan nasional," sesalnya.
• Bambang Widjojanto Kritisi Wacana Pembebasan Koruptor: Pertanyannya, Siapa Lawan, Siapa Kawan
• Najwa Shihab Emosi Dengar Wacana Yasonna Laoly Bebaskan Koruptor saat Wabah Corona: Nanti Dulu!
• Luhut Binsar Pandjaitan Jawab Tudingan Datangkan TKA asal China: Tidak Mengenal Saya dengan Baik
Kemudian di kota kawasan utara India, Ghaziabad, staf sebuah rumah sakit mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pasien.
Rumah sakit tersebut menjadi lokasi karantina 21 orang yang baru saja menghadiri sebuah acara keagamaan, dan diyakini jadi sumber ratusan kasus infeksi lain.
Acara yang digelar di Delhi dan dihadiri ribuan orang itu digagas Tablighi Jamaat.
Diduga, imam acara itu tertular saat menghadiri kegiatan di Indonesia.
Dokter yang bertugas mengungkapkan, para peserta karantina menggunakan bahasa kasar dan melakuan pelecehan terhadap staf perempuan.
"Mereka berjalan telanjang di bangsal, dan melecehkan perawat maupun kolega wanita kami. Mereka terus meminta rokok dan tembakau," kata sumber tersebut.
Kepolisian Ghaziabad mengonfirmasi kabar itu, dan menyatakan mereka tengah memrosesnya setelah salah satu pegawai melayangkan keluhan.
"Menindak mereka adalah opsi terakhir yang kami pilih, Kami masih berusaha memberikan mereka pengertian betapa parahnya kondisi saat ini," terang kepolisian.
Aksi tak simpatik serupa juga terjadi di Delhi, di mana dokter diludahi oleh peserta Tablighi Jamaat yang sedang dikarantina di fasilitas milik perusahaan kereta api.
Juru bicara perusahaan Northern Railways, Deepar Kumar, menjelaskan bahwa situasi saat ini sudah terkendali setelah mereka memberikan pengarahan.
"Orang-orang yang menjalani karantina kini bisa lebih bekerja sama dengan staf medis setelah kami memberikan pemahaman," papar Kumar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dokter-di-wuhan-corona.jpg)