Virus Corona
Pengiriman 200 Ribu Masker ke Jerman Dialihkan ke Amerika Serikat: ''Tindakan Pembajakan Modern''
Pengiriman masker pelindung dari perusahaan manufaktur AS, 3M, yang menuju Berlin, Jerman dialihkan ke Thailand dan dikirim ke Amerika Serikat.
TRIBUNPALU.COM - Saat ini, dunia sedang dilanda krisis wabah virus corona baru Covid-19.
Semakin hari, kasus terkonfirmasi maupun jumlah negara yang terjangkit semakin bertamabah.
Dikutip TribunPalu.com dari laman worldometers.info, total kasus virus corona Covid-19 terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 1.099.080 per Sabtu (4/4/2020) pagi.
Total kasus kematian akibat virus yang bermula dari Kota Wuhan, China ini tercatat 59.178, sementara 228.923 kasus dinyatakan sembuh.
Virus corona baru Covid-19 kini telah menyebar ke 205 negara dan teritori di dunia, serta dua unit transportasi, yakni Kapal Diamond Princess dan Kapal Pesiar milik Holland America MS Zaandam.
Melihat begitu cepatnya perkembangan dan penyebaran kasus virus corona baru Covid-19, tentu dibutuhkan berbagai perlengkapan untuk melindungi diri.
Satu di antaranya adalah masker, untuk mencegah penularan virus.
Sebuah pengiriman masker pelindung dari perusahaan manufaktur AS, 3M, yang menuju Berlin, Jerman dialihkan ke Thailand dan dikirim ke Amerika Serikat.
Mengutip laman This is Insider, hal ini diwartakan oleh The Financial Times pada Jumat (3/4/2020).
Menteri Dalam Negeri Jerman, Andreas Geisel pun turut mengomentari pengalihan pengiriman 200.000 unit masker yang ditujukan kepada tenaga kesehatan dan staf unit gawat darurat tersebut.
Andreas Geisel mengatakan pengalihan pengiriman masker ini merupakan, "an act of modern piracy (tindakan pembajakan modern)."
• Soal Pencegahan Virus Corona, Jusuf Kalla: Seharusnya Pemerintah Pusat lebih Cepat ketimbang Pemda
• Gara-gara Virus Corona, Film Black Widow Resmi Mundur 6 Bulan, Rilis 6 November Mendatang
• Bambang Widjojanto Kritisi Wacana Pembebasan Koruptor: Pertanyannya, Siapa Lawan, Siapa Kawan
Pada Kamis (2/4/2020) lalu, Presiden AS Donald Trump menggunakan Undang-undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act/DPA) untuk mendesak perusahaan 3M yang berbasis di Minnesota, untuk memprioritaskan pembuatan perlengkapan seperti masker untuk Amerika.
Administrasi Pemerintahan Donald Trump juga mengkritik 3M karena mengirim perlengkapan pelindung ke negara lain selain AS.
Padahal, perusahaan tersebut juga telah meningkatkan impor ke AS.
Pada Jumat (3/4/2020), perusahaan 3M mengatakan pihaknya telah mendapat pertujuan untuk mengirim lebih dari 10 juta unit masker respirator N95 ke Amerika Serikat dari pabriknya yang ada di China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-masker-n95-respirator-4566.jpg)