Pemidanaan di Tengah Pandemi Covid-19, SBY Sarankan Pemerintah tak Langsung Gunakan Langkah Hukum

SBY menilai, penegakan hukum yang dilakukan pemerintah kepada rakyat justru akan membuat fokus penanganan Covid-19 menjadi terganggu.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNPALU.COM - Merebaknya wabah virus corona Covid-19 menimbulkan dampak psikologis tak hanya bagi masyarakat, tetapi juga pemerintah.

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai wajar jika pemerintah mengalami tekanan psikologis dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19.

"Pemerintah takut kalau rakyatnya banyak yang kena corona dan meninggal. Takut kalau upaya dan tindakannya gagal. Juga takut kalau kebijakannya disalahkan oleh rakyat, baik sekarang maupun di hari nanti," tulis SBY lewat sebuah tulisan di akun Facebook-nya, Rabu (8/4/2020).

"Tanpa disadari, sebagian penguasa dan pejabat pemerintah menjadi sensitif. Menjadi kurang sabar dan tak tahan pula menghadapi kritik, apalagi hinaan dan cercaan," kata dia.

Kota Wuhan di China Cabut Lockdown Corona, Puluhan Ribu Orang Tinggalkan Kota

Update Corona Dunia Kamis, 9 April 2020 Siang: Kasus Positif 1,5 Juta, Pasien Sembuh 330 Ribu Orang

Soal Penanganan Corona, SBY: Saya Mohon Pemerintah Tak Alergi Terhadap Saran dari Pihak Luar

Kendati demikian, SBY meminta pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo bisa tetap menggunakan cara-cara persuasif dalam menghadapi masyarakat yang melempar hinaan dan cercaan di media sosial.

Ia berharap pejabat pemerintah tak langsung menggunakan langkah hukum untuk mempidanakan masyarakatnya yang salah ucap.

Sebab, di tengah situasi pandemi ini, masyarakat juga cenderung menjadi tegang, gamang, takut, emosional dan bahkan cepat marah.

Masyarakat takut terkena virus corona, mengidap penyakit Covid-19, dan meninggal dunia.

Masyarakat golongan bawah, terutama yang kehilangan pekerjaan, mengalami kesulitan hidup yang luar biasa.

"Di antara mereka ada yang mudah menyalahkan pihak lain, termasuk pemerintah dan pemimpin-pemimpinnya," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved