Virus Corona di Indonesia
Update Corona di Indonesia Selasa, 21 April 2020: Total 7.135 Kasus Positif, 842 Pasien Sembuh
Pemerintah kembali memberikan update perkembangan pandemi Covid-19 atau virus corona.
Tedros Adhanom Ghebreyesus kemudian membandingkan virus corona Covid-19 dengan wabah flu tahun 1918.
Wabah flu tahun 1918 saat itu menewaskan 675.000 orang di Amerika Serikat dan puluhan juta orang di seluruh dunia.
Namun, Tedros berpendapat bahwa dunia saat ini sudah memiliki teknologi canggih untuk mencegah krisis semacam itu.
"Mari kita mencegah tragedi ini," kata Tedros.
"Ini adalah virus yang masih tidak dipahami oleh banyak orang," lanjutnya.
Sejumlah negara di dunia telah mulai membuka akses lagi setelah melihat adanya laju infeksi yang menurun.
Namun, beberapa dari negara tersebut, termasuk Singapura, juga mengalami kenaikan kasus lagi.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta para gubernur untuk membuka negara bagian yang mereka pimpin.
Padahal, para ahli telah memperingatkan, melakukan hal semacam itu terlalu dini dapat memicu kemunculan kasus virus corona Covid-19 yang lebih berbahaya.
Salah satu pakar penyakit infeksi ternama di AS, Dr. Anthony Fauci, mengatakan vaksin virus corona Covid-19 baru tersedia dalam waktu satu tahun atau 18 bulan mendatang.
Tedros tidak menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana dirinya memperkirakan angka kematian akibat virus ini meningkat.
• ASN Jabar Rela Potong Gaji, Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih dan Sebut Wujud Bela Negara
• Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri per Selasa, 21 April 2020: 112 WNI Dinyatakan Sembuh
• Ponpes Temboro Kluster Baru Covid-19: 43 Santri asal Malaysia Positif, 1.000 Alat Rapid Test Dikirim

Pandemi Covid-19 Masih Belum Berakhir, WHO Ingatkan Jangan Buru-buru Longgarkan Lockdown
Perkembangan penyebaran wabah virus corona Covid-19 menunjukkan perlambatan di beberapa wilayah di dunia.
Sehingga, wilayah-wilayah tersebut mulai melonggarkan aturan lockdown atau pembatasan sosial.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara di dunia agar berhati-hati mencabut pembatasan, yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona.