Breaking News:

Ramadan 2020

Masih Ada Warga Salat Tarawih di Masjid saat Pandemi Covid-19, Apa Tanggapan MUI?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara soal masih adanya warga yang belum taat terhadap imbauan MUI, terutama soal ibadah salat saat pandemi.

riaurealita.com
ILUSTRASI salat tarawih di masjid. Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal masih adanya warga yang belum taat terhadap imbauan MUI, terutama soal ibadah salat saat pandemi virus corona Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah merebaknya wabah virus corona Covid-19, masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah.

Tak terkecuali saat Ramadan, umat Muslim pun diminta untuk beribadah di rumah saja guna mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19.

Namun, masih ada sejumlah warga yang melaksanakan salat tarawih di masjid, meski sudah ada imbauan beribadah di rumah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara soal masih adanya warga yang belum taat terhadap imbauan MUI, terutama soal ibadah salat saat masa-masa pandemi virus corona.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyebut memang tidak mudah meminta umat untuk mengubah apa yang sudah menjadi keyakinan dan kebiasaan.

"Ada tiga elemen utama masyarakat yang harus turun secara bersama melakukan pendekatan," ujar Anwar kepada Tribunnews, Senin (27/4/2020).

Hukum Menghirup Inhaler karena Flu saat Berpuasa, Apakah Puasanya Jadi Batal?

Lockdown Dilonggarkan, PM Selandia Baru Minta Masyarakat tetap Waspada untuk Cegah Covid-19 Kembali

Heboh Hand Sanitizer Bergambar Bupati Klaten Sri Mulyani, Begini Respon Ganjar Pranowo

4 Prinsip yang Dilanggar Sitti Hikmawatty hingga Diberhentikan oleh Jokowi dari Komisioner KPAI

Ketiga elemen tersebut, dikatakan Anwar, adalah ustaz, dokter atau petugas medis, dan pemerintah.

 

"Ulama atau ustadz untuk menjelaskan masalah agama. Dokter dan petugas medis untuk menjelaskan tentang virus corona sifat dan bahaya serta dampaknya dan cara menghindarinya," lanjutnya.

Sementara tugas pemerintah, dikatakan Anwar, adalah menjelaskan tentang perlunya menegakkan aturan dan disiplin agar bencana dan malapetaka bagi rakyat dan orang banyak dapat dihindari.

"Dan kalau hal ini tetap tidak berhasil, maka perlu dicari solusi lain dengan tetap mengacu  kepada usaha memutus mata rantai penularan wabah tersebut dengan menegakkan secara ketat protokol medis yang ada, sehingga secara medis benar-benar aman, misalnya dengan mengatur jarak dan jumlah jamaah yang akan ikut beribadah," pungkasnya.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved