Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan 2020

Membicarakan Orang di Media Sosial saat Ramadan Bikin Batal Puasa? Ini Penjelasannya

Kebiasaan membicarakan orang, termasuk ghibah di media sosial saat Ramadan bikin batal puasa? Simak penjelasan hukumnya dari pakarnya.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
pexels.com/Brett Sayles
ILUSTRASI - Kebiasaan membicarakan orang, termasuk ghibah di media sosial saat Ramadan bikin batal puasa? Simak penjelasan hukumnya dari pakarnya. 

TRIBUNPALU.COM - Manusia diwajibkan untuk berpuasa di bulan suci Ramadan, tetapi terkadang ada hal-hal yang membuat puasa kita tidak sempurna.

Sebab, puasa bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar saja, tetapi juga menahan nafsu termasuk dalam menjaga perkataan.

Menjaga perkataan yang dimaksud adalah menghindari ghibah atau membicarakan orang lain saat berpuasa.

Ghibah saat berpuasa mungkin masih bisa kita tahan, tetapi di jaman media sosial, mungkin secara tidak sadar kita tetap berghibah meski tak secara langsung.

Lalu bagaimana hukumnya jika orang berpuasa tetapi tetap berghibah?

Dr. H. Abdul Matin bin Salman, M.Ag menjawab pertanyaan Tribunners dalam acara Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews.com, Selasa (21/4/2020).

Bagaimana Hukum Keramas di Siang Hari saat Ramadhan? Ini Cara yang Benar agar tak Membatalkan Puasa

Mulanya dosen IAIN Surakarta itu menjelaskan jika puasa tidak hanya sekadar menahan lapar, dahaga, dan syahwat semata, tetapi juga menjaga lisan.

"Pada dasarnya puasa menahan dari segala hal yang dilarang agama. Puasa bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat tetapi juga menjaga lisan kita," kata Ustaz Abdul Matin.

Bentuk menjaga lisan adalah menghindari ghibah selama berpuasa.

Ustaz Abdul Matin juga menyebutkan hadist yang terkait dengan ghibah.

"Ghibah adalah menyebutkan, menceritakan apa yang senyatanya terjadi kepada orang lain meski kejadian itu adalah faktual tetapi yang bersangkutan tidak suka apabila keburukannya diungkapkan kepada orang lain," ungkap Ustaz Abdul Matin.

Namun, menurutnya di zaman media sosial seperti ini, ghibah tak hanya melalui lisan secara langsung tetapi juga bisa dilakukan melalui media sosial.

"Saat ini dalam rangka menjaga puasa kita apalagi di zaman saat ini ghibah atau menggunjing orang lain tidak hanya melalui lisan tapi bisa melalui Whatsapp, Instagram, Facebook, Telegram aplikasi lain dalam rangka menyebarkan hoaks atau bahkan menyebarkan keadaan yang nyata terjadi dan hal tersebut tidak disukai oleh kelompok atau individu tertentu," jelasnya.

Apa Hukumnya Berkumur-kumur saat Wudhu di Bulan Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Contoh dari bentuk ghibah dalam bermedia sosial adalah menyebarkan berita palsu atau hoaks kepada orang lain.

"Karena itu jika dalam keadaan puasa berhati-hatilah mengeshare dan dalam kategori ghibah. Saat ini banyak sekali bermunculan cerita yang bersumber dari berita palsu," lanjutnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved