Ramadan 2020
Asam Lambung Naik hingga Pusing, Kenali 4 Penyakit yang Kerap Muncul saat Puasa dan Pencegahannya
Buruknya mengatur pola makan dan waktu istirahat bisa menambah kemungkinan seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit tertentu saat berpuasa.
TRIBUNPALU.COM - Di bulan Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.
Agar puasa lancar, tentu kesehatan dan kondisi tubuh harus diperhatikan.
Ada sejumlah penyakit yang patut diwaspadai umat muslim saat memasuki bulan puasa Ramadan.
Hal ini bisa terjadi karena ada banyak kebiasaan berbeda dari hari-hari biasanya yang harus dilakukan pada saat menjalankan ibadah puasa.
Buruknya mengatur pola makan dan waktu istirahat juga bisa menambah kemungkinan seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit tertentu saat berpuasa.
Penyakit yang sering dialami selama puasa bisa menyerang kapan saja.
Penyakit-penyakit tersebut memiliki berbagai macam penyebab dan tentunya dapat menganggu aktivitas umat muslim yang tengah berpuasa.
• Arkana Mawardi Ulang Tahun, Nikita Mirzani Berdoa: Jadi Lelaki Gentleman dan Jangan Korupsi
• Diberhentikan Joko Widodo dari Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty: Saya Terima Putusan Pak Presiden
• Dua Pria Ini Rela Duduk Bersama Domba di Bak Mobil Pikap Demi Bisa Mudik ke Garut
Berikut ini beberapa penyakit yang umum terjadi selama puasa:
1. Asam lambung naik
Dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Dien Kalbu Ady, menjelaskan asam lambung naik hingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bisa jadi sering dialami oleh banyak orang ketika berpuasa.
Hal itu biasanya terjadi karena perut dalam kondisi kosong hingga menyebabkan asam lambung naik.
Maka dari itu, penting bagi siapa saja untuk tidak menyepelekan atau meninggalkan makan sahur guna meminimalisir penyakit tersebut.
Selain itu, asam lambung juga bisa naik karena kebiasaan tidur setelah santap sahur, apalagi setelah makan dalam porsi banyak.
Langsung tidur atau berbaring setelah makan bisa jadi menyebabkan tekanan di dalam lambung meningkat, sehingga makanan dan cairan lambung naik kembali ke tenggorokan.
Apabila aktivutas ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin akan memicu terjadinya penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd).
Tak hanya itu, makan langsung banyak saat buka puasa juga bisa memicu terjadinya asam lambung naik.
Sebagai saran, siapa saja lebih baik makan sedikit demi sedikit saat berbuka.
2. Diare
Diare kerap terjadi karena pola makan yang salah, terutama sering mengonsumsi makanan pedas saat memasuki waktu berbuka puasa.
Dokter Dien menyampaikan, kebiasaan makan pedas saat perut dalam kondisi kosong berisiko menimbulkan rasa mulas dan sakit perut.
Cabai diketahui mengandung bahan aktif yang disebut capsaicin.
Senyawa ini dapat mengiritiasi dinding lambung, terlebih saat perut masih kosong.
Pada lambung yang sensitif, paparan capsaicin dalam jumlah sedikit saja sudah bisa memicu rasa sakit di perut.
• Bertindak Tegas, Wali Kota Solo Akan Laporkan Ibu Kos Pengusir 3 Perawat ke Polisi
• Satgas Lawan Covid-19 DPR Impor Jamu dari China, Arief Poyuono Pertanyakan Rasa Nasionalisme
• Marah Atau Emosi Saat Puasa Ramadan Apakah Bisa Membatalkan Puasa Ramadan? Ini Jawabannya
3. Batuk hingga demam
Batuk dan demam saat bulan puasa rentang dialami masyarakat karena kebiasaan minum air dingin atau es saat memasuki waktu buka puasa.
Dokter Dien menjelaskan salah satu efek dari minum air dingin, yakni memproduksi lendir berlebih pada tubuh.
Padahal, kelebihan lendir tersebut mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh sehingga mudah terserang suatu penyakit.
“Kalau minum es, efeknya terutama lokal di daerah tenggorokan. Virus atau bakteri ini kemudian bisa juga membuat radang atau ISPA dan salah satu gejalanya adalah demam,” terang dr. Dien saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).
• Jangan Gosip atau Ghibah di Bulan Ramadan! Hukumnya Haram, Pahala Puasa tak Bernilai di Mata Allah
4. Sakit kepala
Pusing umum terjadi ketika seseorang yang berpuasa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
Seperti diketahui, tubuh manusia sebagaian besar terdiri dari air.
Saat kadar air ini menurun, otak mulai menghasilkan histamin.
Reaksi alami ini bertujuan untuk melindungi otak agar tidak kehabisan pasokan air.
Tapi konsekuensinya, pengeluaran histamin ini dapat menyebabkan kelelahan dan rasa sakit, termasuk pusing.
Maka dari itu, dr. Dien menganjurkan bagi siapa saja yang hendak berpuasa untuk senantiasa mamastikan asupan cairan ke tubuh.
Di mana, dia menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga kebiasaan minum 8 gelas atau 2 liter air per hari selama berpuasa untuk mencegah dehidrasi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Penyakit yang Sering Muncul Selama Puasa"
Penulis : Irawan Sapto Adhi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-asam-lambung-naik-gerd.jpg)