Virus Corona

Pria Asal India Nekat Menyamar Sebagai Penjual Bawang Demi Pulang Kampung di Tengah Lockdown

Seorang pria asal India menyamar menjadi penjual bawang demi dapat kembali ke kampung halamannya.

Twitter @AFPphoto
Polisi di India kenakan helm berbentuk virus corona 

TRIBUNPALU.COM - Seorang pria asal India menyamar menjadi penjual bawang demi kembali ke kampung halamannya.

Prem Murti Pandey nekat melakukan aksi tersebut lantaran adanya aturan lockdown atau karantina wilayah.

Sebagaimana yang diketahui, pandemi Covid-19 atau virus corona menyebabkan otoritas India menerapkan aturan lockdown secara ketat.

Cegah Penyebaran Virus Corona, India Perpanjang Masa Lockdown Hingga 3 Mei

Warga setempat diharuskan untuk tetap berada di rumah dalam rangka mencegah terjadinya penyebaran virus.

Kondisi inilah yang kemudian mendorong Prem untuk melakukan aksi nekat tersebut.

Pria yang diketahui merupakan pegawai di bandara Mumbai itu mengaku ketakutan melihat data kasus virus corona.

"Saya terjebak di Mumbai. Sementara melihat angka kasus yang dilaporkan di kota itu, saya menjadi ketakutan dan tidak punya pilihan selain kembali pulang," kata Prem sebagaimana diwartakan CNN.

Misteri Angka Kematian Covid-19 yang Rendah di India, Laporkan Lebih Banyak Jumlah Kematian di Rumah

ilustrasi Bawang Merah
ilustrasi Bawang Merah (Boldsky.com)

Nekat menyamar dengan membawa 28 ton bawang

Dirinya lantas membeli 28 ton bawang serta menyewa truk dan sopir untuk melakukan aksinya tersebut.

Berkat penyamarannya, Prem bisa tiba di kampung halamannya di Prayagraj, India bagian utara setelah melakukan perjalanan sejauh 1.400 km dari Mumbai.

"Kami membeli bawang dari pasar sayuran di dekat Mumbai, dan berdalih sebagai pengirim bawang, (sehingga dapat) melintasi tiga negara bagian dan tiba di rumah setelah berkendara selama tiga hari," terangnya.

Untuk diketahui, aturan lockdown di India masih memungkinkan kendaraan pengirim produk makanan untuk melintasi perbatasan negara bagian.

Berniat Mudik, Gadis 12 Tahun di India Meninggal setelah Berjalan Kaki Sejauh 320 KM

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengatakan jika Prem telah dikirim ke pusat karantina pada Sabtu (25/4/2020) lalu.

"Dia tidak menunjukkan gejala apapun berkaitan dengan virus corona, namun ia ditempatkan di pusat karantina selama dua pekan sebagai langkah pencegahan," kata petugas kepolisian di Prayagraj.

Viral Video Lucu Polisi India Bikin Jera Pelanggar, Jebloskan ke Ambulans Berisi Pasien Corona Palsu

Viral video lucu polisi India
Viral video lucu polisi India (Tangkapan Layar Twitter)

India catat 29 ribu kasus positif per Selasa ini

Sementara itu, berdasar laporan data pada laman Johns Hopkins University (JHU), per Selasa (28/4/2020) ini India mencatat total 29.451 kasus positif virus corona.

Angka tersebut membawa India berada di urutan ke-15 sebagai negara dengan kasus terbanyak.

Data corona global sendiri menunjukkan hingga saat ini telah tercatat lebih dari 3 juta kasus Covid-19.

Berikut adalah daftar lima belas negara dengan kasus terbanyak versi JHU per Selasa sore.

*data dapat berubah sewaktu-waktu

1. Amerika Serikat: 988.469 kasus

2. Spanyol: 229.422 kasus

3. Italia: 199.414 kasus

4. Prancis: 165.977 kasus

5. Jerman: 158.758 kasus

6. Inggris: 158.348 kasus

7. Turki: 112.261 kasus

Relawan dari sebuah kuil Sikh mendistribusikan makanan gratis kepada para tunawisma selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19 di New Delhi pada 15 April 2020.
Relawan dari sebuah kuil Sikh mendistribusikan makanan gratis kepada para tunawisma selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19 di New Delhi pada 15 April 2020. (Prakash SINGH / AFP)

8. Iran: 91.472 kasus

9. Rusia: 87.147 kasus

10. Cina: 83.938 kasus

11. Brasil: 67.446 kasus

12. Kanada: 49.616 kasus

13. Belgia: 46.687 kasus

14. Belanda: 38.440 kasus

15. India: 29.451 kasus

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved