Thomas Uber Cup 2020
Jadi Turnamen Perdana setelah Terhenti Akibat Covid-19, Thomas & Uber Cup 2020 Bakal Digelar Oktober
Dikutip dari laman BWF, hal ini dipilih karena adanya keputusan Pemerintah Denmark, Senin (6/4/2020) untuk memperpanjang lockdown hingga akhir Agustus
TRIBUNPALU.COM - Akibat dari wabah pandemi Covid-19, Badminton Wolrd Federation (BWF) telah mengumumkan penundaan rangkaian turnamen di bulan Mei hingga Juli 2020.
Sebelumnya, All England menjadi turnamen pamungkas yang diselenggarakan hingga akhirnya BWF resmi menunda belasan turnamen internasional.
Padahal dalam rentang akhir Maret hingga Juli ada beberapa ajang bergengsi seperti Malaysia Open Super 750, Indonesia Open Super 1000, hingga Olympic Tokyo ikut terdampak akibat wabah ini.
• Link Streaming BWF New Zealand Open: Lusa Tayangkan Laga Final Praveen/Melati vs Chan Peng/Goh Liu
Namun, ada turnamen penting yang terus diperjuangkan agar tetap terselenggara, yakni Thomas & Uber Cup 2020.
Ajang dua tahunan itu akan menjadi turnamen perdana setelah semua turnamen terdampak Covid-19.
Mulanya, Thomas & Uber Cup 2020 akan digelar pada 16-24 Mei mendatang di Aarhus, Denmark.
Kemudian pelaksanaannya diundur tiga bulan ke depan atau tepatnya pada 15-23 Agustus.
Namun, melihat situasi pandemi yang belum tuntas, BWF kembali mengumumkan tanggal baru untuk Thomas & Uber Cup 2020.

Dikutip dari laman BWF, hal ini dipilih karena adanya keputusan Pemerintah Denmark pada Senin (6/4/2020) untuk memperpanjang masa lockdown hingga akhir Agustus.
BWF bersama Asosiasi Badminton Denmark telah menemukan kesepakatan untuk menyelenggarakan Thomas & Uber Cup 2020 pada 3-11 Oktober.
Menurut Sekretaris Jendral BWF, Thomas Lund keputusan ini adalah solusi terbaik sebab harus tetap memprioritas kesehatan dan keselamatan jajaran komunitas bulutangkis.
“Prioritas utama kami adalah kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan atlet, staf, sukarelawan, hakim, dan seluruh komunitas bulutangkis," kata Thomas Lund.
• Marak Wabah Virus Corona, BWF Batalkan Semua Turnamen Bulutangkis di China? Ini Penjelasan Resminya!
Hal ini juga demi mematuhi aturan World Health Organization (WHO) sehubungan dengan larangan menggelar acara massal selama wabah Covid-19.
“Kami mendengarkan saran dari World Health Organization (WHO), berbagai pakar kesehatan, otoritas lokal dan Pemerintah Denmark dan jelas bahwasanya menjadi tuan rumah acara besar seperti TOTAL BWF Thomas dan Final Piala Uber sebelum September akan sulit," lanjutnya.
Pihaknya juga menyebut akan terus memantau perkembangan situasi Covid-19 sehingga memungkinkan adanya perubahan lagi jika keadaan belum membaik.