Sabtu, 11 April 2026

Sempat Dipuji Trump, Terapi dengan Hydroxychloroquine Ternyata Tingkatkan Kematian Pasien Covid-19

Terapi pengobatan menggunakan hydroxychloroquine membuat tingkat kematian lebih tinggi pada pasien virus corona.

Xinhua via SCMP
ILUSTRASI - Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat memuji pengobatan dengan menggunakan hydroxychloroquine.

Namun rupanya terapi pengobatan menggunakan hydroxychloroquine membuat tingkat kematian lebih tinggi pada pasien virus corona.

Namun, menurut sebuah penelitian terhadap ratusan pasien di pusat kesehatan US Veterans Health Administration menunjukkan kondisi yang berbeda.

Pasien yang membutuhkan ventilator mekanis lebih sedikit dibandingkan angka kematian pasien yang menggunakan obat hydroxychloroquine, dan mereka yang tidak mengkonsumsi obat itu.

Penelitian tersebut didanai oleh National Institutes of Health dan University of Virginia. Dalam penelitian ini, mengulas grafik medis para veteran, yang dipublikasikan Selasa (28/4/2020) di Medrxiv.org, server pra-cetak, yang berarti tidak diterbitkan dalam jurnal medis.

Update Corona di Indonesia,Pasien Covid-19 Meninggal 784 Orang, Terbanyak di Usia Antara 30-59 Tahun

Update Covid-19 di Indonesia Rabu (29/4/2020): Tambah 260 Kasus Baru, Total 1.391 Pasien Sembuh

Melansir CNN, Rabu (29/4/2020), dalam studi terhadap 368 pasien, sebanyak 97 pasien Covid-19 menggunakan pengobatan hydroxychloroquine dengan tingkat kematian 27,8 persen.

Sedangkan sebanyak 158 pasien yang tidak menggunakan obat memiliki tingkat kematian 11,4 persen.

"Peningkatan kematian secara keseluruhan diidentifikasi pada pasien dengan hydroxychloroquine saja," tulis pada penulis yang bekerja di Columbia VA Health Care System, California Selatan, University of South Carolina dan University of Virginia.

Para peneliti menilai temuan ini menyoroti pentingnya menunggu hasil studi prospektif yang dilakukan secara acak dan terkontrol terhadap hydroxychloroquine sebagai obat corona.

Selain itu, peneliti juga melihat manfaat apakah penggunaan hydroxychloroquine atau kombinasi hydroxychloroquine dengan antibiotik azithromycin, memiliki efek pada pasien yang perlu menggunakan ventilator.

"Dalam penelitian ini, kami tidak menemukan bahwa penggunaan hydroxychloroquine, baik dengan atau tanpa azitromisin (antibiotik), dapat mengurangi risiko penggunaan ventilator mekanik pada pasien Covid-19 di rumah sakit," tulis penulis.

Saat ini, tidak ada produk obat yang disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) untuk mencegah atau mengobati pasien Covid-19 yang terinfeksi virus corona.

Meskipun, saat ini sejumlah penelitian sedang dilakukan pada banyak jenis obat untuk upaya pengobatan pasien Covid-19.

Update Corona Global, Rabu 29 April 2020 Siang: Kasus di Spanyol dan Italia Tembus 200 Ribu

Hydroxychloroquine masih perlu dipelajari

Hydroxychloroquine telah digunakan selama beberapa dekade untuk mengobati pasien dengan penyakit seperti malaria, lupus, dan rheumatoid arthritis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved