Puji Gubernur Sumatera Utara saat Cek Fungsi Kontrol Covid-19, Yunarto Wijaya : Nggak Sibuk Konpers
Menurut Yunarto Wijaya, Edy Rahmayadi patut disandingkan dengan nama Ganjar Pranowo & Ridwan Kamil yang melakukan fungsi kontrol Covid-19 dengan baik.
TRIBUNPALU.COM - Langkah Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melakukan fungsi kontrol penangan Covid-19 di wilayahnya menuai apresiasi dari publik.
Edy Rahmayadi terjun langsung ke RS Martha Friska Medan untuk mengamati perkembangan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.
Hal itu Edy Rahmayadi laporkan melalui unggahan di akun Instagram dan Twitter pribadinya, pada Selasa (5/5/2020) sore.
Dalam unggahan itu, ia membagikan potret saat melakukan kunjungan tersebut.
Dengan mengenakan pakaian medis dan alat protokol kesehatan lainnya, Edy Maryadi tampak menyapa para pasien Covid-19
Ia berbincang dengan pasien Covid-19 yang tengah diisolasi melalui sambungan telepon sambil mengamati rekaman CCTV.

• Yunarto Wijaya Nilai Anies Baswedan Jarang Blusukan ke Gang Sempit, Ini Respon Ferdinand Hutahaean
Menurutnya, saat ini penyintas Covid-19 masih saja mendapatkan stigma negatif di masyarakat.
Bahkan mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dari lingkungan sekitarnya.
Padahal sepatutnya pasien Covid-19 ini diberi dukungan untuk segera sembuh, sebab menurut Edy Rahmayadi, perasaan positif bisa membantu proses penyembuhan mereka.
"Mereka yang saat ini menjadi pasien Covid-19 adalah saudara-saudara kita, jadi betapa sedihnya jika masih ada masyarakat yang mendiskriminasi mereka.
Ada yang dicibir, keluarganya dikucilkan, bahkan diusir.
Harusnya kita berikan mereka dukungan, doa dan semangat untuk sembuh, perasaan positif tentunya akan ikut membantu penyembuhan mereka.." tulis @edy_rahmayadi.
• Reaksi Yunarto saat Anies Baswedan Ajak Masyarakat Bayar Kembali ke Jakarta: Kebanyakan Gimmick
Tak hanya menyapa dan memberi dukungannya untuk pasien Covid-19, Edy Rahmayadi juga memberikan semangat kepada tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, meski tak jarang tenaga medis juga mendapatkan stigma buruk masyarakat, mereka tetap harus dihargai karena telah berani berkorban.
Edy Rahmayadi pun menutup keterangan unggahannya dengan mengajak masyarakat untuk terus mengapresiasi pengorbanan para tenaga medis.