Selasa, 7 April 2026

Kabar Internasional

Setelah Buka Lockdown, India Hadapi Bencana Kebocoran Gas Beracun, 800 Warga Dirawat, 13 Orang Tewas

Kembali buka setelah lockdown, pabrik LG Polymers di India alami kebocoran gas pada Kamis (7/5/2020) dini hari. Warga berhamburan menyelamatkan diri.

Editor: Imam Saputro
STR / AFP
Seorang lelaki membawa seorang gadis muda pingsan (R) untuk mengevakuasinya menyusul insiden kebocoran gas di pabrik LG Polymer di Visakhapatnam pada 7 Mei 2020. Kembali buka setelah lockdown, pabrik LG Polymers di India alami kebocoran gas pada Kamis (7/5/2020) dini hari. Warga berhamburan menyelamatkan diri. 

TRIBUNPALU.COM - Kebocoran gas dari pabrik kimia LG Polymers di India selatan setidaknya menelan 13 korban jiwa dan 800 warga dilarikan ke rumah sakit.

Insiden kebocoran gas besar-besaran itu terjadi di Kota Visakhapatnam di negara bagian Andhra Pradesh pada Kamis (7/5/2020) dini hari waktu setempat, tepatnya sekitar pukul 03.00 saat orang-orang masih terlelap.

Pabrik itu beroperasi kembali untuk pertama kalinya sejak lockdown diterapkan pada 24 Maret silam.

Dikutip dari BBC, pihak pabrik mengatakan, tengah menyelidiki penyebab insiden tersebut dan sedang mencari cara untuk menyediakan perawatan yang cepat bagi warga yang terdampak gas beracun tersebut.

Kisah Kasta Dalit yang Dianggap Penting Pemerintah India, Namun Tak Diperhatikan saat Wabah Covid-19

Seorang pejabat senior di Dewan Pengendalian Pencemaran Andhra Pradesh, Rajendra Reddy mengatakan, gas yang bocor itu adalah styrene.

Styrene merupakan cairan yang tidak berwarna atau kuning muda yang mudah terbakar.

Dikutip BBC dari Pusat PHE AS, cairan itu biasanya digunakan dalam produksi plastik dan resin polystyrene.

Menghirup udara yang terkontaminasi uap styrene dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan seperti batuk dan mengi (napas yang berbunyi) dan membuat penumpukan cairan di paru-paru.

Pejabat kesehatan setempat, BK Naik mengatakan kepada Reuters bahwa semua pasien yang dirawat di rumah sakit dalam keadaan stabil.

"Semua yang dirawat di rumah sakit saat ini stabil," kata BK Naik.

Asap naik dari pabrik LG Polymers setelah insiden kebocoran gas di Visakhapatnam pada 7 Mei 2020.
Asap naik dari pabrik LG Polymers setelah insiden kebocoran gas di Visakhapatnam pada 7 Mei 2020. (STR / AFP)

Misteri Angka Kematian Covid-19 yang Rendah di India, Laporkan Lebih Banyak Jumlah Kematian di Rumah

Dokter mengatakan pasien telah mengeluhkan sensasi terbakar di mata dan kesulitan bernafas.

Sebanyak 86 pasien dirawat dengan ventilator, tetapi banyak yang luka ringan telah dipulangkan.

Menteri Perindustrian negara bagian Goutam Reddy mengatakan telah mengambil langkah hukum terhadap perusahaan tersebut.

Kepada BBC Telugu, ia mengatakan bahwa pabrik milik Korea Selatan itu tampaknya tidak mengikuti prosedur dan pedoman yang tepat saat membuka kembali pabriknya.

"Kami ingin perusahaan untuk secara proaktif menanggapi insiden tersebut dan memastikan bahwa tingkat tanggung jawab yang sama diambil jika insiden ini terjadi di UE atau Amerika Serikat," katanya, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut telah dilaporkan ke kedutaan Korea.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved