Diyakini Satu-satunya Jalan Keluar Covid-19, Herd Immunity Baru Bisa Tercapai lewat Vaksinasi
Para ilmuwan meyakini, satu-satunya jalan keluar dari pandemi global Covid-19 ini adalah melalui herd immunity.
TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona Covid-19 telah menyebar luas ke seluruh dunia.
Hingga Sabtu (16/5/2020) hari ini atau sekitar empat bulan dari awal mula merebaknya, virus corona telah menginfeksi lebih dari 4,6 juta orang di seluruh dunia.
Sementara angka kematian yang ditimbulkannya mencapai lebih dari 308.000 jiwa.
Akhir dari wabah virus ini sepertinya masih terlampau panjang.
Para ilmuwan meyakini, satu-satunya jalan keluar dari pandemi global Covid-19 ini adalah melalui herd immunity (kekebalan komunitas atau kekebalan massal).
Sejumlah ilmuwan mengklaim cukup banyak orang yang memiliki antibodi, sehingga virus dapat menghilang, dengan asumsi antibodi yang dimiliki memang benar-benar kebal.
Herd immunity diyakini sebagian besar ilmuwan, dapat terjadi pada sekitar 65 persen hingga 75 persen dari populasi yang terinfeksi.
Dalam upaya baru ini, para peneliti telah menemukan kelompok herd immunity di Perancis masih sangat jauh dari yang diperhitungkan.
Ketika Perancis kembali dibuka, hanya 4,4 persen populasi yang terinfeksi virus corona, SARS-CoV-2, seperti dilansir dari Medical Xpress, Jumat (15/5/2020).
Kendati demikian, peneliti menemukan persentase tersebut jauh di bawah dari angka yang dibutuhkan untuk mendorong herd immunity.
• WHO Sebut Konsep Herd Immunity tanpa Vaksin untuk Tangani Covid-19 Berbahaya
• Mengenal Herd Immunity, Seperti Apa Efeknya hingga Dinilai Picu Kontroversi?
Dalam makalah yang mereka publikasikan dalam jurnal Science, tim peneliti menggambarkan studi mereka tentang rumah sakit dan data pengawasan, serta menunjukkan bukti lainnya.
Para ilmuwan medis telah memperingatkan bahwa vaksin atau pengobatan yang efektif untuk penyakit ini baru akan tersedia setahun mendatang, bahkan mungkin lebih.
Tak hanya Perancis, sejumlah negara juga mulai mencabut pembatasan.
Sementara, kurva infeksi virus corona baru di dunia terus melengkung naik yang menunjukkan semakin hari jumlah orang yang terkena Covid-19 semakin meningkat.
Pembatasan sosial hingga lockdown (penguncian) yang dilakukan sejumlah negara, beberapa berhasil menekan angka infeksi dan menjadi upaya untuk meratakan kurva.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/beijing526.jpg)