Kamis, 28 Mei 2026

Diyakini Satu-satunya Jalan Keluar Covid-19, Herd Immunity Baru Bisa Tercapai lewat Vaksinasi

Para ilmuwan meyakini, satu-satunya jalan keluar dari pandemi global Covid-19 ini adalah melalui herd immunity.

Tayang:
NICOLAS ASFOURI / AFP
Orang-orang yang memakai masker wajah di tengah pandemi coronavirus COVID-19 melintasi jalan di Beijing pada 5 April 2020. 

Namun, pembatasan ini tidak efektif di beberapa negara dan tak sedikit telah memberi dampak besar bagi perekonomian dan kesejahteraan warga di negara setempat.

Remaja NF Jadi Pelaku Pembunuhan Bocah sekaligus Korban Pemerkosaan, Berkas Perkara sudah Lengkap

Indira Kalistha Anggap Enteng Corona, 5 Seleb Lontarkan Sindiran Menohok: Awkarin hingga Dr Tirta

Jurgen Klopp Ikut Antusias Sambut Lanjutan Liga Jerman yang Dimulai Lagi di Masa Pandemi Covid-19

Siapa Pihak yang Menentukan Shalat Idul Fitri Bisa Diselenggarakan atau Tidak? Ini Penjelasan MUI

Hanya 5 persen populasi kebal virus

Peneliti di Perancis menemukan bahwa lockdown mengurangi tingkat penularan sebesar 78 persen, dan hanya 4,4 persen dari populasi yang terinfeksi dari negara itu.

Ini masih sangat jauh di bawah ambang batas yang diperlukan untuk membentuk herd immunity.

Dilansir Business Insider, para ahli memperkirakan ambang batas untuk herd immunity yang dibutuhkan untuk melawan patogen yakni 70 persen dari populasi.

Hampir serupa, penelitian di Spanyol dan Perancis belum lama ini juga menunjukkan bahwa tidak lebih dari 5 persen populasi yang mengembangkan antibodi Covid-19.

Merujuk pada wabah besar yang terjadi di Spanyol satu abad lalu, William Hanage, seorang ahli epidemiologi di Harvard mengatakan wabah yang menyebabkan kematian massal tidak menghasilkan herd immunity yang berarti.

Di Amerika Serikat, hampir 85.000 orang meninggal akibat infeksi virus corona, SARS-CoV-2.

Ini menunjukkan prospek kekebalan massal tidak lebih baik.

Sebuah studi antibodi di New York menemukan bahwa 13,9 persen penduduk di negara bagian ini telah terinfeksi penyakit ini.

Di New York City, seroprevalensi yang merupakan tingkat seropositif, yakni antibodi terhadap patogen dalam darah untuk patogen ini hanya setinggi 21,2 persen.

Akan tetapi, studi itu di antara orang yang mencari tes antibodi sendiri, yang mungkin mengira merasa memiliki gejala Covid-19.

Angka seroprevalensi ini masih dinilai jauh dari 50-70 persen herb immunity yang dibutuhkan.

Puput Nastiti Devi Ulang Tahun, Ahok Beri Ucapan Manis: Saya Bersyukur Memiliki Kamu

Daftar Pihak dan Pekerjaan yang Mendapat Perkecualian Pergub Larangan Keluar-Masuk DKI Jakarta

Bisa Ditumis maupun Masak Kuah, Ini Resep 4 Olahan Jamur untuk Sajian Buka Puasa maupun Sahur

 

Vaksin cara terbaik membangun herd immunity

Direktur eksekutif darurat kesehatan WHO, Mike Ryan mengatakan gagasan sejumlah negara melonggarkan pembatasan untuk membiarkan herd immunity ini terbentuk dinilai merupakan langkah yang sangat berbahaya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved