Breaking News:

Hasil Penelitian Ilmuwan Terkait Penggunaan Masker: Manusia Gunakan Masker untuk Lindungi Orang Lain

Baru-baru ini seorang ilmuwan Hong Kong melakukan penelitian yang melibatkan binatang hamster.

techarp.com
ILUSTRASI masker. Merebaknya wabah virus corona membuat masker menjadi langka dan mahal. Sehingga muncul video tutorial pembuatan masker dari tisu basah yang viral di media sosial. Bagaimana penjelasan dokter? 

Hal ini untuk memastikan apakah virus akan "menularkan" antara satu kandang dengan kandang lain.

Ada sekitar lima puluh dua hamster digunakan dalam percobaan ini.

Dr Yuen Kwok-yung (kiri) dan Dr Jasper Chan dari Departemen Mikrobiologi Universitas Hong Kong membahas bagaimana partisi masker bedah mengurangi penularan Sars-CoV-2 di antara hamster.
Dr Yuen Kwok-yung (kiri) dan Dr Jasper Chan dari Departemen Mikrobiologi Universitas Hong Kong membahas bagaimana partisi masker bedah mengurangi penularan Sars-CoV-2 di antara hamster. (SCMP/May Tse)

Percobaan pun dilakukan di bawah tiga skenario yang dirancang untuk mereplikasi situasi di kehidupan nyata.

Yaitu dengan penghalang masker hanya ditempatkan pada kandang yang menampung hamster yang terinfeksi.

Setelah tujuh hari, 10 dari 15 hamster sehat, atau 66,7 persen, ditempatkan di kandang tanpa partisi yang terinfeksi.

Tetapi ketika penghalang masker bedah diletakkan di sisi hamster yang terinfeksi, hanya dua dari 12 hamster di kandang yang bersebelahan, atau 16,7 persen, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Angka pun naik menjadi empat dari 12 ketika partisi hanya ditempatkan di kandang dengan hamster sehat.

"Dalam percobaan hamster kami, terlihat sangat jelas jika hamster atau manusia yang terinfeksi ((terutama yang asimptomatik (orang tanpa gejala) atau simtomatik)) mengenakan masker, mereka sebenarnya melindungi orang lain."

"Itu hasil terkuat yang kami tunjukkan di sini," kata Yuen.

Pandemi Covid-19: Disney Produksi Masker Kain Anak-Anak dengan Motif Karakter

Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung dan masker tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, untuk naik salah satu kereta api pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah China awal 8 April 2020. Pihak berwenang Cina mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota di mana pandemi global pertama kali muncul.
Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung dan masker tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, untuk naik salah satu kereta api pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah China awal 8 April 2020. Pihak berwenang Cina mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota di mana pandemi global pertama kali muncul. (Hector RETAMAL / AFP)

"Penularan virus corona dapat dikurangi hingga 50 (poin persentase, red) saat masker bedah digunakan."

Halaman
123
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved