Breaking News:

Sebut Tagar #SayaMasihPercayaJokowi Sia-sia, Ernest Prakasa Minta Pemerintah Tunjukkan Ketegasannya

Berbeda pandangan dengan warganet, Ernest Prakasa justru menilai bahwa memupuk kepercayaan dengan bermain tagar di medsos sekadar langkah yang sia-sia

Joss Felix via Instagram Ernest Prakasa
Ernest Prakasa - Berbeda pandangan dengan warganet, Ernest Prakasa justru menilai bahwa memupuk kepercayaan dengan bermain tagar di medsos sekadar langkah yang sia-sia 

Tak hanya soal kebijakan yang tak konsisten, seniman yang akrab disapa Mbah Tedjo ini menyoroti isu ekonomi.

Yakni soal nilai rupiah yang akan terus menurun dan harga BBM yang menurutnya bisa turun harga tetapi nyatanya tidak terjadi penurunan harga di Indonesia.

Budayawan Sudjiwo Tedjo.
Budayawan Sudjiwo Tedjo. (Instagram/president_jancukers)

Bahas Budaya Sungkem saat Lebaran, Sudjiwo Sepakat dengan Pendapat Anies: yang Gak Bisa Diubah Alat

Dua hal itulah yang menurut Mbah Tedjo dianggap sebagai kecemasan pemerintah saat menghadapi pandemi virus corona ini.

Namun, baginya isu ekonomi itu tidak perlu menjadi santer perhatian pemerintah lantaran situasi tersebut masih bisa diatasi dengan berbagai cara.

"Yg paling mencemaskan bukan rupiah akan jeblok & rakyat makin susah krn di tengah situasi harga BBM bisa turun tp tidak turun. Bukan. Itu masih bisa diatasi," cuit @sudjiwotedjo, Selasa (12/5/2020).

Menurut Sudjiwo Tedjo justru yang harusnya menjadi kecemasan pemerintah adalah kepercayaan rakyat.

Kepercayaan lah yang seharusnya bisa terpelihara baik oleh pemerintah.

Pasalnya, rasa percaya rakyat bisa tergerus akibat ketidak-konsistenan kebijakan.

"Tapi kalau kepercayaan kita kpd seluruh institusi jadi tergerus lalu lenyap krn rutinitas ketidak-konsistenan kebijakan," lanjutnya.

Utas Twitter Sudjiwo Tedjo, Selasa (12/5/2020).
Utas Twitter Sudjiwo Tedjo, Selasa (12/5/2020). (Tangkapan Layar @sudjiwotedjo)

Sudjiwo Tedjo Bandingkan Pengakuan Keluarga ABK Kapal China dan Menlu: Mengizinkan Tak Harus Tahu

Seniman kelahiran Jember 57 tahun silam itu juga memberikan analogi ketidak-konsistenan kebijakan seperti halnya perempuan saat menjalin hubungan asmara.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved