Breaking News:

Ada Warga Gorontalo Tak Bisa Mudik dari Ternate, Rusli Habibie Minta Bantuan Gubernur Maluku Utara

Rusli menghubungi Abdul Ghani untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada warga Gorontalo yang masih terkatung-katung di pelabuhan Kota Ternate.

KOMPAS.COM/FADLI HUMAS PEMPROV GTO
Gubernur Gorontalo, Rusli habibie saat menghubungi Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba untuk membantu warga Gorontalo yang terkatung-katung di Pelabuhan Kota Ternate. Warga Gorontalo ini tidak bisa pulang akibat Pemerintah Provinsi Gorontalo menerapkan PSBB. 

TRIBUNPALU.COM - Karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait pandemi virus corona Covid-19, sebanyak 35 warga Gorontalo di Ternate tidak bisa mudik ke kampung halaman mereka.

Terkait hal ini, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menghubungi Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba agar memberikan bantuan.

Rusli menghubungi Abdul Ghani untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada warga Gorontalo yang masih terkatung-katung di pelabuhan Kota Ternate, Senin (25/5/2020).

Sebab, pihak Gubernur Gorontalo mengaku tidak bisa menampung ribuan orang yang ingin pulang ke daerahnya.

Bagi Rusli, kebijakan PSBB yang diterapkan di Gorontalo merupakan upayanya untuk melindungi masyarakat.

“Kalau saya izinkan mereka pulang, maka akan ada ribuan orang seperti itu yang ingin pulang Gorontalo. Kita tidak bisa tampung. Tolong dipahami dan dimaknai sikap kami, sikap saya untuk perlindungan masyarakat di Gorontalo. Tidak ada pilih kasih, berlaku untuk semua,” kata Rusli Habibie saat dihubungi, Senin.

Gubernur Gorontalo, Rusli habibie saat menghubungi Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba untuk membantu warga Gorontalo yang terkatung-katung di Pelabuhan Kota Ternate. Warga Gorontalo ini tidak bisa pulang akibat Pemerintah Provinsi Gorontalo menerapkan PSBB.
Gubernur Gorontalo, Rusli habibie saat menghubungi Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba untuk membantu warga Gorontalo yang terkatung-katung di Pelabuhan Kota Ternate. Warga Gorontalo ini tidak bisa pulang akibat Pemerintah Provinsi Gorontalo menerapkan PSBB. (KOMPAS.COM/FADLI HUMAS PEMPROV GTO)

Corona di Sulteng per Senin, 25 Mei 2020: Tak Ada Penambahan Kasus Baru, 9 Pasien Dinyatakan Pulih

Sibuk Bertugas di Palu, Pasha Rayakan Lebaran Sendirian, 2 Bulan Jalani LDR dengan Keluarga di Bogor

Roda Ekonomi Harus Tetap Berputar, Kementerian Kesehatan RI Rilis Panduan New Normal di Tempat Kerja

Penggali Kubur Beri Pesan bagi Warga yang Langgar PSBB: Lahan Kosong Kami Siapkan untuk yang Bandel

Saat dihubungi, Abdul Ghani pun menyanggupi untuk menyediakan tempat penampungan dan memberi bantuan makanan hingga akhir masa PSBB di Gorontalo.

Abdul akan menugaskan Sekretaris Daerah Maluku Utara untuk berkoordinasi dengan pengurus KKIG Ternate.

“Gorontalo masih PSBB, jadi kita tahan dulu. Hari ini saya tugaskan sekda untuk cari penampungan dan membantu mereka. Segera dicari tempat hingga selesai PSBB. Kalau mereka mau pulang nanti bisa pulang,” kata Abdul Ghani melalui sambungan telepon.

Sebanyak 35 warga Gorontalo yang mengadu nasib di Ternate terlantar di pelabuhan setempat sejak 8 Mei.

Mereka tidak bisa mudik karena tidak ada pelayaran dengan rute Gorontalo sejak diterapkan PSBB pada 4 Mei.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menutup akses masuk darat, laut, dan udara hingga PSBB tahap II berakhir 31 Mei 2020.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate"
Penulis : Kontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved