Jika AS dan China Berperang di Laut China Selatan, Indonesia Berpotensi Terkena Dampaknya
Situasi di kawasan Laut China Selatan kembali memanas setelah kapal induk China melakukan uji coba laut pada 22 Mei 2020 lalu.
TRIBUNPALU.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto meyakini Indonesia akan terdampak jika Amerika dan China bertempur di Laut China Selatan.
Soleman mengatakan dari sisi lingkungan, setidaknya laut Indonesia akan tercemar.
Tidak hanya itu, ia juga meyakini Indonesia akan kedatangan pengungsi perang dari sekitar Laut China Selatan.
Hal tersebut diungkapkan Soleman ketika menanggapi pertanyaan seorang peserta Diskusi Webinar bertajuk "Polemik Rancangan Perpres Tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme" yang diselenggarakan Universitas Paramadina, Selasa (9/6/2020).
"Bagaimana laut itu akan menjadi kotor. Bagaimana terjadi pencemaran lingkungan. Pasti akan berdampak kepada Indonesia. Bagaimana nanti kalau ada pengungsi datang ke mana, ke Indonesia lagi. Kita ingat bagaimana kasus Pulau Galang yang penuh dengan pengungsi. Sehingga apa yang akan terjadi dengan Laut China Selatan pasti akan berdampak kepada Indonesia," kata Soleman.
Diberitakan sebelumnya, situasi di kawasan Laut China Selatan kembali memanas.
Baru-baru ini, Shandong, kapal induk pertama yang China buat di dalam negeri, melakukan uji coba laut pada 22 Mei 2020 lalu, CCTV melaporkan.
Pandemi virus corona menghambatnya untuk turun ke laut.
Ini pertama kali kapal induk Shandong turun ke laut untuk latihan sejak penugasan secara resmi ke Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) akhir tahun lalu.
Hanya saja, sebagaimana dilansir South China Morning Post, lembaga penyiaran negara China CCTV tidak mengungkapkan lokasi pasti dari uji coba laut kapal induk Shandong.

• Data Covid-19 di Indonesia Rabu, 10 Juni 2020: Jateng hingga Sulsel Catat Penambahan Kasus Tertinggi
• Fenomena Jemput Paksa Jenazah PDP Covid-19 akibat Masyarakat Tidak Paham Klasifikasi Pasien
• Studi Harvard: Citra Satelit Tunjukkan Kemungkinan Covid-19 Menyebar di China Sejak Agustus 2019
Tetapi, sebuah pemberitahuan dari Administrasi Keselamatan Maritim Dalian menyebutkan, kapal induk Shandong berada di bagian Utara Laut Kuning.
Menurut pemberitahuan yang rilis pada 22 Mei 2020 itu, daerah di Timur Dalian, pelabuhan asal kapal induk Shandong, ditutup antara Senin dan Selasa pekan sebelumnya untuk kegiatan militer.
Li Yongxuan, Wakil Kapten Shandong, mengatakan kepada CCTV, Shandong sangat membutuhkan latihan untuk mengembangkan kemampuannya.
“Kami perlu mengintegrasikan kelompok tempur kapal induk Shandong ke dalam sistem tempur keseluruhan sedini mungkin. Dan kami akan berusaha membuat kapal induk kami menjadi kapal yang siap tempur dan menang,” kata Li seperti dikutip South China Morning Post.

Siaran CCTV menunjukkan tujuh Shenyang J-15 di atas kapal induk Shandong serta latihan take-off dan landing jet tempur berjuluk Hiu Terbang tersebut.