Soal Kemarahan Jokowi, Ernest Prakasa Akui Mati Rasa: Mending Tunggu yang Riil, Baru Kasih Apresiasi

Ernest Prakasa beri komentar soal kemarahan Presiden Jokowi dalam sidang Kabinet Paripurna. Ia mengaku mati rasa dan hanya ingin menunggu hasil nyata

Joss Felix via Instagram Ernest Prakasa
Ernest Prakasa beri komentar soal kemarahan Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna. Ia mengaku mati rasa dan hanya ingin menunggu hasil nyata. 

TRIBUNPALU.COM - Kemarahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu ramai diperbincangkan publik.

Video tersebut baru diunggah dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden setelah 10 hari sidang itu digelar.

Dalam video yang berdurasi 10 menit 20 detik itu berisi arahan tegas kepada seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

Jokowi menyebut bahwa kurangnya sikap sense of crisis di tengah pandemi Covid-19 yang membuat kinerja para anggotanya tidak totalitas.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam Sidang Pleno Penyampaian Laporan Tahunan Mahkamah Konstitusi 2019
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam Sidang Pleno Penyampaian Laporan Tahunan Mahkamah Konstitusi 2019 (Instagram.com/sekretariat.kabinet/)

Baginya, langkah luar biasa harus segera dilakukan untuk menekan krisis di tengah pandemi ini.

"Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucap Presiden dalam sidang tersebut.

Jengkel dengan Kinerja Menteri di Tengah Krisis Pandemi, Jokowi: Ini Apa Enggak Punya Perasaan?

Ia bahkan mengancam jika tidak ada perubahan besar dari kinerja Kabinet Indonesia Maju, Jokowi akan melakukan reshuffle.

"Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini, (jika) Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah," lanjut Jokowi.

Sikap Jokowi yang menegur keras para menterinya ini menuai beberapa pendapat, tentu saja ada yang pro dan ada pula yang kontra.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved