Breaking News:

Kritisi Kalung Antivirus Corona, Komisi IX DPR: Perlu Kajian Mendalam dan Libatkan Ahli Virologi

Rencana Kementan untuk memproduksi kalung yang diklaim antivirus corona menuai kritik dari anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay. 

"Dan bisa melibatkan lembaga-lembaga penelitian lain, ahli virologi yang lain sehingga dengan demikian hasil penelitian bisa lebih dipertanggungjawabkan," tambahnya.

Peraturan Ibadah Haji 2020: Jemaah Dilarang Sentuh Kabah dan Hajar Aswad

Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Bukan Antivirus, Tapi Aksesori Kesehatan: Tidak Ada Klaim Antivirus

Dokter PPDS Fakultas Kedokteran UNAIR Meninggal Dunia karena Covid-19

Saleh menjelaskan, ada tanggapan dari lembaga penelitian lain terkait kalung antivirus dari Kementan.

Mereka mengungkapkan kalung tersebut belum tentu ampuh untuk menangkal virus Corona.

Pasalnya, virus Corona yang menjadi sampel dalam penelitian Kementan bisa jadi tidak mewakili dari virus yang ada saat ini.

Oleh karena itu, Saleh memberikan imbauan agar Kementan bisa melakukan pengkajian lebih dalam sebelum memproduksi massal.

"Masih ada beberapa lagi dari lembaga penelitian yang mengatakan ini belum tentu ampuh untuk menjadi antivirus Corona," jelas Saleh.

"Karena virus Corona yang menjadi sampling dalam penelitian itu belum tentu bisa merepresentasikan virus yang ada di Indonesia saat ini," imbuhnya.

Penjelasan Pihak Kementerian Pertanian soal Kalung Antivirus Corona

Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Indi Dharmayanti, menyampaikan penjelasan terkait rencana produksi massal dari kalung antivirus.

Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Indi Dharmayanti menyampaikan penjelasan terkait rencana produksi massal dari kalung antivirus.
Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Indi Dharmayanti menyampaikan penjelasan terkait rencana produksi massal dari kalung antivirus. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Sebelumnya, Indi menuturkan Menteri Pertanian melalui Kepala Badan Litbang Kementan memberikan tantangan baru pada para peneliti.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved