Breaking News:

Laporan WMO: Suhu Bumi Semakin Panas, Diperkirakan Meningkat 1,5 Derajat Celsius Setiap Tahun

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa suhu bumi akan mengalami kenaikan melebihi 1,5 derajat celsius tiap satu tahun.

TribunJogja.com
Ilustrasi suhu panas 

Sementara COVID-19 telah menyebabkan krisis kesehatan dan membuat ekonomi global terpuruk pada tahun ini, kegagalan untuk mengatasi perubahan iklim dapat mengancam kesejahteraan manusia, ekosistem dan ekonomi selama berabad-abad.

"Setiap pemerintah di dunia harus menggunakan kesempatan untuk melakukan aksi iklim sebagai bagian dari program pemulihan dan memastikan bahwa kehidupan bumi tumbuh kembali dengan lebih baik," ujar Petteri.

Lalu bagaimana di Indonesia?

Catatan iklim BMKG tahun 2019 menunjukkan tahun 2019 merupakan tahun terpanas kedua setelah 2016 di Indonesia dengan peningkatan 0.84°C di atas rata-rata iklim 1981-2000, emisi gas rumah kaca (GRK) terukur di stasiun GAW BMKG Kototabang terus meningkat mencapai 408,2 ppm meskipun masih relatif lebih rendah dari GRK global, jumlah kejadian bencana hidrometeorologi terus bertambah mencapai 3362 kejadian.

Penelusuran bukti perubahan iklim oleh peneliti BMKG dengan menggunakan data suhu di Jakarta hasil pengamatan sejak zaman Belanda (selama 150 tahun) menunjukkan peningkatan suhu rata-rata yang signifikan di Jakarta, yaitu 1,6°C dari 1866 hingga 2012 [Siswanto dkk, 2016].

Laju peningkatan ini cukup dapat dibandingkan dengan hasil analisis WMO, yaitu kenaikan suhu global sebesar 1.1°C terhadap zaman pra-industri (1850-1900) sebagai garis dasar periode acuan perubahan iklim global.

Suhu bumi yang terus memanas itu telah berdampak pada lingkungan, salah satunya memicu perubahan pola hujan dan peningkatan cuaca ekstrem.

Di Indonesia, secara umum perubahan pola hujan itu ditandai oleh peningkatan hujan di daerah di utara khatulistiwa yang menyebabkan iklimnya cenderung semakin basah.

Sementara di selatan khatulistiwa cenderung kering. Namun di banyak tempat ditemukan bukti bahwa hujan dalam kategori ekstrem terus meningkat kejadiannya.

Kota Jakarta, data 130 tahun menunjukkan, sekalipun rata-rata curah hujan tahunan relatif sama, bahkan menurun, namun frekuensi hujan ekstrem justru meningkat.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved