Breaking News:

Virus Corona

Ilmuwan Temukan Gejala Baru Virus Corona, Disebut dengan Sindrom Patah Hati

Ilmuwan dari Cleveland Clinic telah menemukan gejala baru dari infeksi virus corona yang disebut dengan sindrom patah hati.

Instagram.com/who/
novel Coronavirus (2019-nCoV) 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi Covid-19 memang memberi banyak tantangan bagi seluruh orang di dunia ini, termasuk ahli kesehatan dan peneliti.

Pasalnya, virus corona masih tergolong baru sehingga tidak banyak informasi memadai untuk menghentikan pandemi ini.

Berbagai gejala baru mengenai infeksi virus corona juga semakin bermunculan.

Tak hanya memiliki gejala menyerupai flu, Covid-19 juga bisa menimbulkan gejala seperti ruam dan konjungtivitis.

Dan kini, para ilmuwan dari Cleveland Clinic telah menemukan gejala baru dari infeksi virus corona yang disebut dengan sindrom patah hati.

Meski bukan gejala langsung, sindrom ini cukup banya terjadi di masa pandemi ini.

Data WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Kamis 23 Juli 2020: 3 Kasus Baru, 306 Pasien Masih Dirawat

Direktur PT Bio Farma Ungkap Alasan Kenapa Indonesia Pilih Vaksin Covid-19 dari China

Apa itu sindrom patah hati?

Dalam dunia medis, sindrom patah hati juga dikenal dengan istilah stres cardiomyopathy.

Kondisi ini terjadi ketika tekanan fisik atau emosional menyebabkan disfungsi atau kegagalan pada otot jantung

Gejala sindrom ini serupa dengan serangan jantung, yakni nyeri dada dan sesak napas.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved