Breaking News:

Ada Musisi yang Tidak Percaya Covid-19, Hotman Paris: Tolong Bapak Gubernur, Bawa Dia ke Kuburan

Hotman Paris menganggap, tindakan pemusik tersebut berbahaya karena bisa memengaruhi pikiran banyak orang saat wabah Covid-19 masih merebak.

Instagram/Hotman Paris Official
Hotman Paris Hutapea 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah merebaknya wabah virus corona Covid-19, masih banyak yang merasa tidak percaya atau menganggap remeh bahayanya virus bernama ilmiah SARS-Cov-2 tersebut.

Bahkan, sosok yang tidak percaya akan Covid-19 itu ada yang berasal dari tokoh musik terkenal.

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun tampak kesal dengan ulah seorang musisi dari Bali yang memimpin aksi menolak Rapid Test.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu Jerinx SID bersama sejumlah orang menggelar aksi demonstrasi menolak dilakukannya rapid test.

Jerinx selama ini meyakini, virus corona merupakan bagian dari sebuah konspirasi global. Termasuk kecurigaan tentang vaksin yang hanya bertujuan demi kepentingan ekonomi.

Kakak Elma Theana, Rency Milano, Diduga Jadi Korban Malapraktik Klinik Kecantikan: Baru Sekali, Apes

Pandemi Covid-19, KPAI Minta Pemerintah Tidak Buru-buru Buka Sekolah

Profil Dilraba Dilmurat: Artis China Keturunan Suku Uighur, Masuk Daftar Wanita Tercantik di Dunia

Vidi Aldiano Beri Selamat atas Pertunangan Indra Priawan, Nikita Willy: Anda Jangan Lama-lama

Namun, dalam ungkapan kekesalannya, Hotman Paris tak menyebut nama musisi yang dimaksud.

Meski demikian, ia menyayangkan aksi sang musisi yang menggelar aksi sekaligus tidak percaya adanya virus corona.

"Saya imbau kepada kapolda dan gubernur Bali atas adanya seorang pemain musik di Bali yang terang-terangan mengumpulkan massa dan terang-terangan di media sosial tidak percaya bahwa corona itu merupakan suatu ancaman. Bahwa corona itu merupakan suatu konspirasi," kata Hotman dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, dikutip Wartakotalive.com, Selasa (28/7/2020)

Hotman menganggap, tindakan pemusik tersebut berbahaya karena bisa memengaruhi pikiran banyak orang. 

Jika menganggap corona sebagai konspirasi, sudah barang tentu orang-orang tidak akan menganggap virus tersebut sebagai ancaman.

Kemudian, protokol kesehatan sudah pasti akan diabaikan.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved