Selasa, 14 April 2026

Selamat dari Bom PD II, Buaya Tertua di Dunia Ini Ulang Tahun Ke-85

Muja, buaya tertua di dunia, pada Kamis (13/8/2020) merayakan ulang tahunnya yang ke-85.

dreamlandindia
Ilustrasi buaya 

TRIBUNPALU.COM - Muja, buaya tertua di dunia, pada Kamis (13/8/2020) merayakan ulang tahunnya yang ke-85.

Selama hidupnya ia berhasil selamat dari beragam rangkaian pengeboman di beberapa negara, dan sejak itu tidak pernah meninggalkan kolam kecil di kebun binatang Belgrade, ibu kota Serbia.

Para penjaga kebun binatang tidak tahu persis tanggal berapa Muja menetas, tetapi reptil itu diketahui tiba pekan ini pada Agustus 1937 dari kebun binatang Jerman.

"Dia jantan yang lebih tua dan kami menghormati usianya," kata Jozef Edvedj dokter hewan di kebun binatang itu kepada kantor berita AFP.

Ia mengatakannya sambil membantu petugas mengarahkan tikus-tikus mati ke rahang reptil yang sudah bergerak lambat itu.

2 Buaya Dipotong dan Dikafani dalam Ritual Adat karena Kerap Menyerang Warga

Mengaku Bunuh 50 Sopir Taksi, Pria Ini Umpankan Jenazah Korbannya ke Buaya

Muja resmi menjadi buaya penangkaran tertua di dunia, ketika Saturnus yang lahir pada 1936 mati di kebun binatang Moskwa, Rusia, pada Mei 2020.

Menurut laporan berita dari 1937, Muja berusia 2 tahun saat tiba di Belgrad. Saat itu kebun binatangnya Belgrad baru dibuka setahun.

Namun dalam foto-foto di laporan itu Muja tampak lebih tua, dan para penjaga kebun binatang meyakini Muja sebenarnya berusia lebih dari 90 tahun.

Meski Muja tidak banyak berkelana ke luar kolam berukuran 12x7 meter yang jadi kandangnya, dia berhasil selamat dari pengeboman Perang Dunia II yang menewaskan banyak hewan di kebun binatang bersama 6 penjaganya.

Reptil itu tiba di Belgrade saat masih menjadi ibu kota Yugoslavia. Ia hidup di masa perpecahan negara itu, dan selamat lagi dari pengeboman lainnya oleh NATO pada 1999.

Muja dikabarkan masih dalam "kesehatan yang baik untuk usianya" saat ini, dan satu-satunya isu kesehatan besarnya adalah pada 2012 saat cakar kanannya harus diamputasi karena gangren.

Seorang Wanita di Kalimantan Selatan Tewas Diterkam Buaya, Korban Diduga Nekat Renang Tengah Sungai

"Operasinya sangat sulit tapi berhasil. Muja sembuh dan disesuaikan dengan gaya hidup baru," ujar Edvedj.

Dikarenakan usianya yang sudah lanjutm Muja tidak banyak bergerak tapi bisa tiba-tiba lincah saat jam makan, yang hanya dilakukan 1-2 kali dalam sebulan.

Akhir-akhir ini dia sering butuh sedikit bantuan untuk menemukan "mangsanya", yang ditempatkan penjaga kebun binatang tepat di depan rahangnya.

Makanannya terdiri dari tikus-tikus, kelinci, burung, daging kuda, dan daging sapi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved