Breaking News:

Peringatan dari Dokter di AS: Ada Efek Jangka Panjang Covid-19, Berdampak pada Otak hingga Jantung

Pasien usia 30-an yang selamat dari Covid-19 melaporkan gejala yang masih terasa dalam waktu yang cukup lama.

Prakash SINGH / AFP
ILUSTRASI -- Seorang staf medis memindahkan seorang pasien dari ambulans ke bangsal darurat rumah sakit Max di Patparganj selama lockdwon, di New Delhi pada 27 April 2020. 

TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona Covid-19 telah meluas dan menginfeksi lebih dari 22 juta orang di seluruh dunia per Selasa (18/8/2020) hari ini.

Memang, sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 masih memiliki peluang sembuh yang besar dan dapat bertahan hidup.

Namun, bagi banyak pasien, mereka hidup dengan gejala pascasembuh yang bertahan lama.

Bahkan, gejala tersebut dapat menjadi permanen.

Hal itu dijelaskan oleh Dr. Rony Shimony, ahli jantung di RS Mount Sinai, New York, Amerika Serikat.

Dalam wawancaranya dengan Time, Shimony mengatakan, dia dan rekan-rekannya telah melihat bahwa pasien usia 30-an yang selamat dari Covid-19 melaporkan gejala yang masih terasa dalam waktu yang cukup lama.

Gejala tersebut antara lain kerusakan ginjal, penurunan fungsi jantung, dan gangguan kognitif.

Shimony menambahkan, semakin parah sakit yang pasien akibat Covid-19, semakin besar kerusakan pada organ mereka.

"Kami sekarang mulai memahami dampaknya pada otak, jantung, paru-paru, ginjal," kata Shimony.

Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19.
Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19. (MARK FELIX / AFP)

Dia mengungkapkan, infeksi khusus tersebut terjadi di seluruh tubuh.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved