Breaking News:

Kronologi Tewasnya Bayi dalam Kandungan, Sang Ibu Diharuskan Rapid Test saat Ketuban Sudah Pecah

Bayinya meninggal dunia lantaran terlambat ditangani karena si ibu harus menjalani rapid test meskipun air ketubannya telah pecah.

pexels.com/pixabay
ILUSTRASI bayi. 

TRIBUNPALU.COM - I Gusti Ayu Arianti (23), warga Lingkungan Pajang, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, berduka.

Bayinya meninggal dunia lantaran terlambat ditangani karena si ibu harus menjalani rapid test meskipun air ketubannya telah pecah.

Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr.H. Usman Hadi, Jum'at (22/8/2020), memberi catatan penting agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Jangan sampai prosedur itu, mengalahkan pelayanan. Administrasi itu nanti dululah, bisa belakangan, yang penting pasien itu segera ditangani dulu. Andaikan perkara administrasi, perkara pembayaran, nanti dulu, yang penting pasien dulu ditangani," kata Usman.

Baca: Sempat Disebut Sudah Meninggal, Bayi di Jambi Ternyata Masih Hidup Setelah Keluar Dari Rahim

Baca: Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Sukoharjo, Pelaku Masih Ada Hubungan Kerabat dengan Korban

Menurut Usman, setiap ibu hamil dan melahirkan memiliki risiko besar.

"Semuanya mau lahir normal atau apa, itu risiko besar, karena kita tidak tahu. Awalnya senyum-senyum sama suami, setelah melahirkan, pendarahan, bisa apa, kita tidak tahu, karena itu semua dianggap beresiko besar," tekan Usman.

Terkait kasus kematian bayi diduga karena terlambatnya pelayanan, pihak Puskesmas Pagesangan telah memberi laporan pada Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Petugas membantah jika tidak memberi pelayanan pada Arianti, termasuk permintaan Arianti yang memohon diperiksa bukaan rahimnya dan kondisi kandungannya pada perawat.

"Berdasarkan laporan perawat ke saya, tidak ada permintaan pasien seperti itu, dia hanya minta di-rapid test, semua terekam dalam CCTV, dari kedatangannya, di mana pasien duduk dan meninggalkan puskesmas," kata Usman.

Usman juga mendapat laporan bahwa pasien belum berada di ruang bersalin, masih di runang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) puskesmas.

Update Covid-19 Indonesia Sabtu 22 Agustus 2020: Ada 2.090 Kasus Baru, 39.706 Pasien Masih Dirawat

Tak Seperti Flu Spanyol 1918, Dirjen WHO Berharap Pandemi Covid-19 Berlangsung Kurang dari Dua Tahun

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (Tribunnews.com)
Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved