Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia, Epidemiolog Duga Akibat Mobilitas Saat Libur Panjang
Jika kondisi ini terjadi terus, maka kasus positif Covid-19 di Indonesia tentu terus bertambah dan susah dikendalikan.
TRIBUNPALU.COM - Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menjelaskan analisis penyebab kembali tingginya penambahan kasus Covid-19 pada Kamis (27/8/2020).
Pada Kamis, Indonesia mencatat penambahan kasus baru tertinggi selama pandemi, yakni sebanyak 2.719 kasus selama kurun waktu 24 jam.
Menurut Pandu, rekor kasus baru itu terkait mobilitas orang saat libur panjang kemarin.
"Sebab saat liburan panjang itu ternyata penduduk jalan-jalan. Sejak awal PSBB sudah begitu banyak (mobilitas) yang distop. Lalu saat liburan panjang orang mudik, bepergian dan sebagainya," kata Pandu saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/8/2020).
Menurut dia, libur panjang dalam rangka merayakan HUT ke-75 kemerdekaan Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan peringatan tahun baru Islam itu memang telah terjadi pekan lalu.
• Dinyatakan Positif Covid-19, Novel Baswedan akan Jalani Tes Swab Ulang di Rumahnya
• Di Tengah Pandemi Covid-19, Singapura Dilanda Wabah Demam Berdarah
• Studi di Inggris Sebut Kasus Infeksi Covid-19 yang Parah Jarang Terjadi pada Pasien Anak-anak
• Jubir Satgas COVID-19: Tingkat Kesembuhan di Indonesia Lebih Tinggi dari Rata-rata Dunia
Namun, seperti pada kondisi umumnya, akibat dari mobilitas penduduk saat libur panjang baru terasa sepekan, dua pekan hingga seterusnya.
Penyebabnya, kata dia, bisa jadi banyak individu yang terpapar Covid-19 tetapi tak merasakan gejala sakit.
Kemudian, individu itu bisa menularkan penyakit ke orang lain saat bepergian, kembali ke kampung halaman, kembali ke rumah atau kembali bekerja di kantor.
Pandu juga mengingatkan bahwa satu orang positif Covid-19 bisa berpotensi menularkan ke satu hingga dua orang lain.
Jika kondisi ini terjadi terus, maka kasus positif Covid-19 tentu terus bertambah dan susah dikendalikan.
Pandu lantas mencontohkan kondisi terkini kasus Covid-19 di DKI Jakarta.
Semula, di DKI kondisi penanganan Covid-19 sudah terbilang membaik.
Bahkan, kasus penularan cenderung bergerak ke kondisi melandai hingga turun.
"Sekarang jadi batal landai. Malah meningkat terus sampai sekarang dan tidak bisa lagi dikendalikan. Ini yang jadi masalah, kenapa? Sebab selalu terjadi mobolitas penduduk," ucap Pandu.
"Yang mudik, yang balik ini ternyata banyak sekali. Kemudian liburan panjang selama sepekan berturut-turut. Diperkirakan kondisi penularan tinggi ini akan sampai minggu depan, bahkan lebih," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/covid19234.jpg)