Ma'ruf Amin Minta Produksi Vaksin Covid-19 dan Sertifikasi Halalnya Dipercepat
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai berhentinya penyebaran Covid-19 di Indonesia sangat bergantung pada hadirnya vaksin Covid-19.
TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona baru penyebab penyakit Covid-19 masih merebak di Indonesia dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai berhentinya penyebaran Covid-19 di Indonesia sangat bergantung pada hadirnya vaksin Covid-19.
Hal ini disebabkan tingkat penularan Covid-19 di Indonesia yang tinggi, meskipun tingkat kesembuhan juga tinggi.
Oleh sebab itu, produksi vaksin Covid-19 dan sertifikasi kehalalannya harus dipercepat, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.
"Saya minta seperti yang diminta oleh Presiden, supaya lebih cepat (produksinya) karena situasi memang sangat membutuhkan,” kata Ma'ruf saat menerima jajaran Direksi PT. Bio Farma (Persero) melalui video conference di Kediaman Resmi Wakil Presiden, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Kamis (27/08/2020).
• Presiden Jokowi: Insyaallah bulan Januari Sudah Mulai Suntik Vaksin, biar Masuk Pada Kondisi Normal
• Menteri BUMN Erick Thohir Bantah Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19 Buatan China
• Erick Thohir Ungkap Alasan Pilih Calon Vaksin dari China untuk di Indonesia
Dirinya meminta agar pihak-pihak yang terkait dengan penerbitan sertifikasi halal vaksin Covid-19 untuk proaktif saling berkoordinasi agar sertifikasi halal dapat keluar sebelum vaksin diedarkan.
“Saya minta kepada LPPOM dan Komisi Fatwa MUI supaya ikut proaktif, dan juga kepada Badan Penyelenggara Produk Halal, jangan menunggu bola, untuk vaksin ini jangan menunggu, harus menjemput bola,” pintanya.
Pasalnya, sertifikasi halal ini menurut Ma'ruf sangat penting, agar tidak terjadi penolakan vaksinasi dari masyarakat karena ragu akan kehalalannya.
“Ini jangan jadi masalah. Jangan terjadi seperti vaksin Measles Rubella (MR) itu yang kemudian targetnya tidak tercapai,” tambahnya.
• Tanggapi Pengunduran Diri PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Jokowi: Terima Kasih untuk Persahabatan Ini
• Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Gubernur Jabar Ridwan Kamil Merasa Pegal-pegal
Termasuk jika ada vaksin-vaksin produksi dari luar negeri yang juga harus dipastikan halal. Wapres mengingatkan hangan sampai sudah memesan dalam jumlah besar tetapi bermasalah dalam kehalalannya.
“Covid-19 ini adalah persoalan kehidupan bangsa kita, baik soal kesehatan, soal sosial, bahkan juga soal ekonomi. Kuncinya vaksin. Dan vaksin itu harus di-back up oleh sertifikat halal.” pungkasnya.
Seperti diketahui, Direktur Utama PT. Bio Farma Honesti Basyir, melaporkan perkembangan produksi vaksin Covid-19 yang saat ini telah mencapai uji klinis tahap ke-3.
“Setelah uji klinis selesai di bulan Januari, kita akan segera memproduksi vaksin-vaksin tersebut menjadi vaksin jadi, dan nanti akan dipercepat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan proses registrasi.
Mungkin sekitar bulan Februari paling cepat, kita sudah bisa melakukan program vaksinasi ini kepada masyarakat Indonesia,” kata Honesti kepada Wapres Ma'ruf melalui video conference, Kamis (27/8/2020).
Terkait dengan kehalalan vaksin, hasil kerja sama dengan Sinovac yang sedang dikembangkan saat ini, Honesti menjelaskan bahwa Sinovac telah memberikan jaminan bahan baku yang digunakan bebas dari kandungan gelatin babi (Porcine).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kh-maruf-amin456.jpg)