Breaking News:

Prabowo Subianto: Saat Omnibus Law Dibahas, Partai Gerindra yang Paling Keras Membela Buruh

Prabowo juga menyebut pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja jadi langkah cepat untuk memulihkan perekonomian akibat pandemi virus corona Covid-19.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Instagram/prabowo
Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto angkat bicara terkait begitu cepatnya pengesahan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang melalui rapat paripurna DPR RI, Senin (5/10/2020) lalu.

Ia menyebut pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai langkah cepat untuk memulihkan perekonomian akibat dampak pandemi virus corona (covid-19).

Pengesahan UU Cipta Kerja disambut baik oleh kalangan pengusaha.

Namun sebaliknya, pengesahan ini juga diwarnai penolakan oleh kaum buruh hingga elemen masyarakat lainnya, bahkan mahasiswa.

Bahkan kericuhan aksi penolakan sempat terjadi di berbagai daerah.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI) tersebut menjabarkan 11 kluster yang terkandung dalam UU Ciptaker.

"Ada 11 kluster dalam UU Cipta Kerja, penyederhanaan perizinan tanah, ada juga persyaratan investasi dimudahkan, ketenagakerjaan, kemudahan dan perlindungan UMKM," ujarnya dilansir dari laman YouTube Kompas TV.

Baca juga: Pentagon Sambut Kedatangan Prabowo Subianto, Organisasi HAM Kecam Keputusan AS yang Cabut Blacklist

Baca juga: Fadli Zon dan Prabowo Subianto Beda Pandangan Soal UU Cipta Kerja, Pengamat Ungkap Alasannya

Baca juga: Cerita Prabowo Terjebak Kerumunan Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja: Sebagian Besar Pendemo Masih Baik

Baca juga: Pengesahan RUU Cipta Kerja Dikebut, Prabowo Subianto Akui Paham Betul Alasannya

Pihaknya juga mengatakan ada juga kemudahan berusaha, dukungan riset, inovasi administrasi pemerintahan juga akan disederhanakan.

Kemudian juga diatur pengenaan sanksi, pengendalian lahan, kemudahan proyek-proyek pemerintah, serta dibentuknya kawasan - kawasan ekonomi khusus.

"Jadi banyak sekali yang mau disederhanakan, birokrasi dipangkas, supaya timbul pertumbuhan, tanpa pertumbuhan tidak mungkin ada perbaikan kehidupan ekonomi," lanjut Prabowo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved