Anies Baswedan Turut Berduka Atas Meninggalnya Mufti Damaskus Syekh Adnan Al Afyouni

Sejumlah tokoh di Tanah Air pun menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya Mufti Agung Damaskus, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Instagram/aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat bersama Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al Afyouni di Balai Kota DKI Jakarta, 18 Januari 2019. 

Ia pun menjelaskan soal pertemuannya dengan Syekh Adnan pada 18 Januari 2019 silam.

"Tahun lalu, Allahyarham menyempatkan silaturahmi ke Balaikota. Kita diskusi panjang soal-soal umat dan tantangan kemanusiaan dunia. Seorang alim yang amat bijak. Ilmunya dalam, cakrawala berpikirnya luar biasa luas dan pandangan-pandangannya meneduhkan. Pertemuan yang amat mengesankan," tulis Anies Baswedan.

Selain itu, Anies mengungkapkan bila saat berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta, Syekh Adnan pun sempat menjadi khatib salat jumat saat itu.

"Jumat siang itu Almarhum pun jadi Khotib sholat Jumat di Balaikota. Hari Jumat pula, Ia pulang lebih dulu ke Rahmatullah," ujarnya.

"Doakan Allahyarham syahid, dimuliaakan di sisiNya. Dan, pada jamaah sholat Jumat dimanapun, mari kita tegakkan salat ghaib untuk Syekh Muhammad Adnan Al Afyouni ...."

"InsyaAllah, siang ini, di hari Jumat yang penuh berkah ini, dari masjid di Balaikota yang Ia pernah beri khotbah, yang Ia pernah sujud menempelkan keningnya, akan dikirimkan doa dan tegakan salat ghaib untuknya," lanjutnya.

Anies Baswedan saat bersama Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni 2
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat bersama Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni di Balai Kota DKI Jakarta 18 Januari 2019 (instagram Anies Baswedan)

Ia pun mengajak semua pihak untuk membacakan surat Alfatihah untuk almarhum.

"Alfatihah...." tulis Anies.

Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Jokowi - Maruf Amin, Survei IPR: Kepuasan di Bawah 50 Persen

Baca juga: Setelah Tanggapi Penolakan UU Cipta Kerja oleh Ormas dan Buruh, Apa yang Akan Dilakukan Jokowi?

Baca juga: Trump Akui Berhubungan Baik dengan Kim Jong Un, Biden: Dia Bicara Teman Baik yang Seorang Kriminal

Baca juga: Studi: 130.000 Kematian akibat Covid-19 Bisa Dicegah Jika Pemerintah AS Bertindak Lebih Cepat

Dikutip dari kompas.com, Syekh Muhammad Adnan Al Afyouni tewas terbunuh dalam ledakan bom mobil di dekat ibu kota Suriah.

Melansir CNN Arab, Syekh Adnan ditemukan tewas di kota kecil Qudsaya, dekat Damaskus pada Kamis malam waktu setempat.

Kantor berita SANA melaporkan adanya 'alat peledak' yang dipasang di mobilnya.

Syekh Adnan dikenal sebagai satu dari ulama Islam paling menonjol di Suriah.

Dia kerap menggelar acara keagamaan dan bersanding dengan pemerintahan Presiden Bashar Al Assad.

Pada Milad Nabi Muhammad tahun lalu, Syekh Adnan mengungkap kecamannya terhadap terorisme dan berdoa untuk pemerintah dan tentara Suriah.

Meski Suriah telah dilanda perang dan pemberontakan selama hampir satu dekade, pembunuhan ulama Sunni itu adalah salah satu pembunuhan paling terkenal yang menimpa pemimpin agama sejak seorang pembom bunuh diri menewaskan lebih dari 2 lusin orang di sebuah masjid pada 2013 dan menewaskan Syekh Al Bouthi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved