Breaking News:

Dinyatakan Positif Covid-19, Ibu di Baubau Merasa Dirugikan dan Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Anipa, warga Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, mengajukan gugatan terhadap Gugus Tugas Covid-19 dan RSUD Palagimata.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Kompas.com/Kontributor Baubau, DEFRIATNO NEKE
Anipa, warga Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengajukan gugatan terhadap Tugas Gugus Covid dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata di Pengadilan Negeri. 

TRIBUNPALU.COM - Seorang wanita, warga Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengajukan gugatan terhadap Gugus Tugas Covid-19 dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata di Pengadilan Negeri Baubau.

Diketahui, wanita tersebut bernama Anipa.

Ia mengaku sangat dirugikan akibat dinyatakan Covid-19 saat hendak melahirkan di RSUD Palagimata pada bulan Juli 2020 lalu.

“Saya tidak terima saya disebut reaktif karena saya merasa sehat dan saya merasa dikucilkan sama tetangga, tidak enak sekali perasaan saya,” kata Anipa saat ditemui di rumah orangtuanya, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Klarifikasi Soal Sepeda Pemberian Daniel Mananta, Moeldoko: Itu untuk KSP, Bukan untuk Pak Jokowi

Baca juga: Elektabilitas Ganjar Pranowo Kian Naik, Sekjen PDIP Tegaskan Pilihan Capres Tetap di Tangan Megawati

Sebelumnya, ia menjalani rapid test di Puskesmas Wajo dan hasilnya non reaktif.

Kemudian saat hendak melahirkan di RSUD, ia kembali menjalani rapid test.

“Di rumah sakit saya di-rapid lagi dan diberitahu saya reaktif, saya tanya hasil rapid test-nya mana? kata pegawai di rumah sakit bilang itu rahasia, tidak boleh dilihat Ibu,” ujarnya.

Setelah itu, ia disodorkan untuk menandatangani berkas bila dirinya reaktif dan bila terjadi sesuatu akan dikuburkan secara Covid-19.

“Sebelum tanda tangan, saya baca surat itu, (tertulis) saya reaktif di situ dan apabila terjadi apa-apa akan dikuburkan secara protokol kesehatan dan tidak lagi bertanggung jawab keluarga, pihak rumah sakit yang bertanggung jawab. Saya tidak tanda tangani, masa saya tandatangani begitu?“ ucap Anipa.

Usai melahirkan, wanita ini kemudian di-swab dan beberapa hari kemudian mendapat telepon dari Puskesmas Wajo, diberitahu bahwa dirinya positif Covid-19 dan dibawa ke Rumah Sehat untuk menjalani karantina mandiri.

Secara terpisah, Lukman, Jubir Gugus Tugas Covid dan Direktur Rumah Sakit Palagimata mengatakan, pihaknya sangat menghargai warga yang mengajukan gugatan ke pengadilan negeri.

“Jadi lewat diskusi tugas gugus dan rumah sakit juga dengan badan hukum kita tetap menghadiri sidangnya dan selanjutnya meberikan jawaban sesuai apa yang dimaksud oleh penggugat,” kata Lukman.

Baca juga: Tanyakan Sumbangsih Generasi Milenial Terhadap Bangsa, Megawati: Masa Hanya Demo Saja?

Baca juga: Ungkap Alasan Bawa Korek Kuping Jumbo, Massa Penolak UU Cipta Kerja: Mungkin Kuping Jokowi Tersumbat

Ia menambahkan, semua petugas rumah sakit bekerja sesuai dengan mekanisme dan prosedur penanganan Covid-19.

“Semua sudah sesuai prosedur dan mekanisme. Semua yang dilakukan tugas gugus dan rumah sajit ada mekanismenya. Hanya saja semua berangkat dari informasi yang tidak jelas dari pasien dan keluarganya,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan"
Penulis : Kontributor Baubau, Defriatno Neke

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved