Breaking News:

Rombongan Calon Bupati Tenggelam

Rawan Kecelakaan, Begini Seramnya Perairan Banggai Laut Versi Komisioner KPU Sulteng

Pulau Sonit berbatasan dengan Provinsi Maluku dan hanya dapat dijangkau dengan kedaraan laut selama lima jam dari Kota Banggai.

foodandwine.com
ILUSTRASI Kapal tenggelam. 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI LAUT - Perairan menuju Pulau Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, tidak bersahabat dan momok bagi nelayan maupun penumpang kapal.

Pulau Sonit berbatasan dengan Provinsi Maluku dan hanya dapat dijangkau dengan kedaraan laut selama lima jam dari Kota Banggai.

Hal itu disampaikan Divisi Teknis KPU Sulawesi Tengah Samsul Gafur kepada TribunPalu.com, Selasa (3/11/2020).

"Ombak di sana memang tinggi, kapal melintas itu digoyang-goyang, apalagi penumpang tidak dimodali pelampung. Makanya saat sosialisasi di kepulauan sana kami sangat waswas di atas kapal," kata Samsul di ruang rapat KPU Sulteng, Jl S Parman, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Baca juga: Ketinggian Ombak Hingga 1 Meter, Tim Gabungan Cari 4 Korban Tenggelam di Banggai Laut Sulteng

Baca juga: Speedboat Rombongan Palson Bupati Kab Banggai Laut Kecelakaan, 3 Meninggal Dunia Termasuk Cawabup

Baca juga: Kapal Rombongan Calon Bupati Banggai Laut Tenggelam, Asdar Badalia Meninggal, 5 Dalam Pencarian

Tim gabungan Pencarian dan Pertolongan Palu, Sulawesi Tengah, masih mencari empat korban yang tenggelam bersama calon independent Wakil Bupati Banggai Laut Asgar Badalia, Selasa (3/11/2020).
Tim gabungan Pencarian dan Pertolongan Palu, Sulawesi Tengah, masih mencari empat korban yang tenggelam bersama calon independent Wakil Bupati Banggai Laut Asgar Badalia, Selasa (3/11/2020). (handover)

Dia menambahkan, kemampuan berenang dan pengalaman melaut tidak berarti di perairan tersebut.

"Buktinya, dalam peristiwa rombongan calon Bupati Banggai Laut itu ada korban meninggal, bahkan belum ditemukan. Padahal mereka semua orang asli sana dan tinggal di kepulauan," ucap Samsul.

Dia memprediksi, speedboat yang ditumpangi rombongan calon Bupati Banggai Laut nomor urut dua over kapasitas alias kelebihan muatan, ditambah tidak ada pelampung untuk penumpang.

"Speedboat itu tidak besar. Waktu sosialisasi KPU, speedboat yang ukurannya sama hanya muat enam orang sama kernet dan motorisnya. Motoris itu orang yang sopiri speedboat," terang mantan Komisioner Poso itu.

Komisioner KPU Sulteng Sahran Raden yang merupakan kelahiran Banggai Laut menambahkan, terdapat pusaran air yang titiknya tidak menentu di perairan Banggai Laut, utamanya menuju ke Pulau Sonit

"Itu kalau kapal lewat langsung ditarik masuk ke dalam pusaran. Memang rawan di perairan sana," ujar Ketua KPU Sulteng periode 2014-2018 itu.

Baca juga: Syarat Pemberkasan CPNS 2019, Simak Cara dan Syarat Mengurus SKCK Online

Baca juga: Ada Kekeliruan dalam UU Cipta Kerja, Sindiran Melanie Subono: Pasti Salah Tukang Fotokopi

Baca juga: Istana Akui Ada Kekeliruan UU Cipta Kerja, Sudjiwo Tedjo: Rakyat dan UU Jangan Dijadikan Mainan Pak

Halaman
12
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved