Breaking News:

Terduga Teroris Ditembak Mati di Kota Palu, Sang Ibu Terkejut: Saya Dengar Dia Jualan Es Teler

Perempuan bernama Yuni itu tak menyangka anaknya terlibat jarigan terorisme Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Istimewa via Kompas.com
Keluarga Bojes (ibunya menggunakan jilbab hitam, neneknya jilbab merah), turut menyaksikan saat jenazah dimasukkan ke mobil ambulance menuju Kota Palu, Selasa (17/11/2020) 

TRIBUNPALU.COM - Kabar tewasnya Bojes, salah satu terduga teroris di Kota Palu, membuat sang ibu terkejut.

Perempuan bernama Yuni itu tak menyangka anaknya terlibat jarigan terorisme Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Saat ditemui di rumanya di Desa Bolana, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Yuni mengaku, terakhir bertemu dengan anaknya tahun 2019.

Waktu itu, menurut Yuni, Bojes hadir dalam pesta pernikahan salah satu warga di kampungnya.

"Lama sudah saya tidak kabarnya. Saya dengar dia jualan es teler di Palu. Kemudian kerja di bengkel," katanya, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Satgas Tinombala Kontak Tembak dengan Kelompok MIT, 2 Anak Buah Ali Kalora di Palu Tewas

Baca juga: Kontak Senjata dengan Satgas Tinombala di Sulteng, 2 Terduga Anggota MIT Tewas

Ditembak Mati Satgas Tinombala



DPO teroris Poso pimpinan Ali Kalora yang saat ini terus diburu.
DPO teroris Poso pimpinan Ali Kalora yang saat ini terus diburu. (KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATI)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto mengatakan, selain soal Bojes dan Azis, jumlah DPO terduga teroris MIT ada 13 orang.

Namun demikian, Didik mengaku belum mendapat informasi lain.

Pihaknya juga belum bisa menjelaskan, berapa lama dua orang ini terlibat dalam MIT dan perannya dalam organisasi teror tersebut.

Jenazah Bojes dimakamkan di kampung halamannya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved