Breaking News:

Menko PMK Muhadjir Effendy: Presiden Minta Pengurangan Libur dan Cuti Bersama Akhir Tahun

Presiden Joko Widodo disebut telah memberikan arahan untuk mengurangi libur panjang akhir tahun 2020.

Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti | Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Instagram @sekretariat.kabinet
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo disebut telah memberikan arahan untuk mengurangi libur panjang akhir tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam konferensi pers setelah rapat terbatas, Senin (23/11/2020).

"Berkaitan dengan masalah libur (dan) cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," kata Menko PMK.

Dikatakan, Presiden Jokowi juga telah memerintahkan agar segera digelar rapat koordinasi oleh Kemenko PMK bersama lembaga maupun kementerian terkait untuk membahas masalah tersebut.

"Beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama yang berkaitan dengan masalah libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri," imbuhnya.

Menkes Terawan, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Doni Monardo
Menkes Terawan, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Doni Monardo (Humas Setkab)

Baca juga: Jokowi Perintahkan Kapolri hingga Satgas di Daerah untuk Beri Perhatian Khusus pada Pilkada 2020

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19,Presiden Jokowi akan Gelar Rapat Khusus Bahas Libur Panjang Akhir Tahun

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia 23 November 2020: Ada 4.442 Kasus Baru, Kini Tembus 500 Ribu Kasus Positif

Evaluasi penanganan Covid-19 di Indonesia dan persiapan Pilkada 2020

Dalam rapat terbatas hari ini juga dibahas mengenai evaluasi penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menko PMK menuturkan, Presiden memberikan arahan agar capaian yang diperoleh Indonesia dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

"Dengan capaian-capaian yang relatif positif dalam upaya untuk penanganan Covid-19 di Indonesia dibanding indikator dunia, Presiden meminta supaya indikator ini dipertahankan dan diupayakan untuk semakin baik," kata Muhadjir.

Menurut data per Minggu, 22 November 2020, rata-rata kasus aktif di Tanah Air ialah 12,78 persen, sedangkan rata-rata dunia tercatat 28,41 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved