Akan Ada Aturan Baru di Aceh, Dilarang Merokok Sembarangan, Jika Melanggar Bisa Dipenjara

Aturan baru terkait rokok sedang diupayakan agar segera berlaku di Aceh.

www.kompas.com
Ilustrasi rokok 

TRIBUNPALU.COM - Aturan baru terkait rokok sedang diupayakan agar segera berlaku di Aceh.

Warga yang merokok sembarangan nantinya bisa dihukum penjara tiga hari atau denda paling banyak Rp 500.000.

Aturan tersebut dituangkan dalam rancangan qanun kawasan tanpa rokok (KTR) yang sedang dibahas oleh DPR Aceh.

"Kita menargetkan rancangan qanun tentang kawasan tanpa rokok ini dapat disahkan paling telat sampai 23 Desember 2020," kata Ketua Pansus KTR DPR Aceh dr Purnama Setia Budi, seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi Bogor, Ini Kondisinya: Screening Awal Tak Tunjukkan Gejala Covid-19

Baca juga: Menterinya Ditangkap KPK, KKP Hentikan Sementara Ekspor Benih Lobster

Purnama menyebutkan, lokasi yang dilarang merokok sesuai qanun KTR tersebut antara lain fasilitas kesehatan, institusi pendidikan dan arena kegiatan anak-anak.

Kemudian, tempat ibadah, angkutan umum, arena olahraga, kerja, serta tempat umum lainnya.

“Jika kedapatan merokok di lokasi tersebut, bisa dipidana dengan hukuman penjara maksimal tiga hari atau denda sebesar Rp500.000,” ujar Purnama.

Purnama menyampaikan, rancangan qanun KTR itu juga mengatur tentang larangan memproduksi rokok, menjual atau membeli rokok.

Bahkan mengatur soal penyelenggaraan iklan rokok hingga promosi di lokasi KTR.

"Apabila itu dilanggar akan dipidana kurungan paling lama tujuh hari dan juga membayar denda maksimal Rp500.000," ucap dia.

Purnama menambahkan, pihaknya telah menerima banyak masukan melalui rapat dengar pendapat umum (RDPU).

Baca juga: Ide Unik Ibu-Ibu di Grobogan Jawa Timur, Buat Batik Bermotif Virus Corona

Semua usulan menjadi pertimbangan Pansus guna penyempurnaan qanun.

Menurut Purnama, pengesahan qanun ini merupakan sebuah tantangan.

Pasalnya, DPRA sudah tiga kali mengajukan, namun selalu gagal dalam perjalanannya.

“Rancangan qanun KTR sudah beberapa kali direncanakan, ini yang keempat. Maka menjadi tantangan buat kita supaya ini bisa diparipurnakan," ujar Purnama yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, Aceh itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aturan Baru Diusulkan, Merokok Sembarangan di Aceh Bisa Dipenjara", 

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved