Dugaan Pencemaran Nama Baik Jadi Alasan Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean

Muswirah Kalla, melaporkan mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pemerhati sosial Rudi S Kamri ke Bareskrim Polri.

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dijumpai di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Putri Wakil Presiden Ri ke-12 Jusuf Kalla, Muswirah Kalla, melaporkan mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pemerhati sosial Rudi S Kamri ke Bareskrim Polri.

Ferdinand dan Rudi dilaporkan dengan merujuk Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Laporan tersebut dilayangkan Muswirah lantaran keduanya diduga mencemarkan nama baik Jusuf Kalla melalui cuitan mereka di Twitter.

Cuitan yang dianggap mencemarkan nama baik Kalla tersebut mulanya diunggah Ferdinand.

"Hebat juga si caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal. Tampaknya presiden akan sangat disibukkan oleh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan,” demikian bunyi twit Ferdinand.

Baca juga: Tanggapan Ferdinand Hutahaean Dilaporkan Putri JK ke Polisi: Saya Tak Merasa Serang Keluarganya

Baca juga: 238 Kasus Covid-19 di Politeknik Transportasi Darat di Bali, Bermula dari Kegiatan Pengenalan Kampus

Baca juga: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Diciduk Bareskrim Polri, Kuasa Hukum FPI Minta Polisi Tak Pilih Kasih

Menurut Muswirah Kalla, sosok Chaplin dalam twit tersebut kemudian ditafsirkan masyarakat sebagai Jusuf Kalla.

Usai Ferdinand mengunggah twit tersebut, nama Jusuf Kalla sempat masuk dalam trending topic di twitter.

Mayoritas cuitan yang memperbincangkan Kalla saat itu menghubungkannya dengan kepulangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Oleh banyak akun twitter, Jusuf Kalla dituduh sebagai pihak yang berada di balik kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia.

Bahkan, Jusuf Kalla juga dituduh memuluskan dan mendanai kepulangan Rizieq untuk memuluskan langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Tuduhan tersebut dilayangkan kepada Kalla, lantaran sesaat sebelum Rizieq pulang, Kalla tengah berkunjung ke Arab Saudi.

Kendati demikian, jauh hari sebelumnya, Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, telah membantah cuitan Ferdinand tersebut.

Husain mengatakan kunjungan Kalla ke Arab Saudi untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta.

Baca juga: Rumah Dinas Edhy Prabowo Digeledah KPK, Uang Rp4 Miliar dan 8 Unit Sepeda Diamankan

Baca juga: Diminta Evaluasi Sembilan Bulan Pandemi Covid-19, Fadli Zon: Dari Awal Edukasi Sudah Kacau

Baca juga: Minta Pemerintah Berani Tunda Pilkada 2020, Ketua Satgas Covid-19 IDI: Itu Nyawa Rakyat, Lho!

Baca juga: Dicecar Najwa Soal Alasan Habib Rizieq Tak Buka Hasil Swab Test, Haikal Hassan: Kita ke Depan Saja

Penandatanganan tersebut melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang diwakili Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Wakil Ketua DMI dengan Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved