Breaking News:

Keakuratan Rapid Test Deteksi Covid-19 Dipertanyakan, Simak Penjelasan Ahli Soal Rapid Tes & PCR

Misalnya, Anda mendapati hasil rapid test di klinik A ternyata reaktif, kemudian mencoba di klinik B ternyata hasilnya non-reaktif.

Dokumentasi Humas Polda Jatim
rapid test on the spot pengunjung kafe di Surabaya, Senin (13/4/2020) malam 

dr. Tonang menerangkan, tes antibodi dan PCR itu beda targetnya atau beda tujuannya. Jadi, tidak bisa dibanding-bandingkan.

Tes antibodi itu tentang, apakah sudah pernah terinfeksi dan sudah muncul kekebalan. Sedangkan, PCR itu tentang "apakah saat ini sedang terinfeksi dan menular".

Jadi, kata dia, beda sekali sebenarnya untuk target kedua tes ini.

Tapi kan memang waktu itu begitu kata pedomannya? Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena di awal pandemi dulu, PCR masih jarang.

Seperti diketahui, di awal masa pandemi, ketersediaan laboratorium yang memeriksa sampel dahak, lendir, atau cairan untuk mendeteksi virus corona penyebab Covid-19 bisa dihitung jari sebelah tangan. Sementara yang ada saat itu adalah rapid test antibodi.

Maka, disusunlah suatu alur untuk dapat diterapkan.

“Bila memang ada gejala, masuk kriteria orang dalam pantuan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP), maka dilakukan tes awal dengan tes antibodi dulu. Baru apabila reaktif, diteruskan dengan PCR,” papar dia.

Tenaga medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 terhadap warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020). Polda Metro Jaya menyelenggarakan bakti sosial penyemprotan cairan disinfektan dan rapid test atau tes cepat Covid-19 karena adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Tebet. Tribunnews/Herudin
Tenaga medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 terhadap warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020). Polda Metro Jaya menyelenggarakan bakti sosial penyemprotan cairan disinfektan dan rapid test atau tes cepat Covid-19 karena adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Tebet. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Tapi, dr. Tonang menilai, ada yang luput terjelaskan atau terlanjur salah paham.

Bila memang tersedia pemeriksaan PCR, seharusnya bisa langsung PCR atau tidak lewat tes antibodi dulu. Bila terpaksa tidak ada PCR, baru bisa digunakan tes antibodi dulu.

Dia membeberkan, anggapan salah kaprah berikutnya yang terjadi adalah soal hasil rapid test reaktif pasti positif Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved