Kamis, 7 Mei 2026

Hipertensi, Si Pembunuh Diam-Diam: Kenali Gejala dan Solusinya

Penanganan hipertensi dapat dilakukan melalui modifikasi gaya hidup serta penggunaan obat-obatan antihipertensi.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
HANDOVER
ILUSTRASI - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi saat tekanan darah dalam pembuluh arteri terus-menerus berada di atas normal. 

TRIBUNPALU.COM - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi saat tekanan darah dalam pembuluh arteri terus-menerus berada di atas normal.

Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg.

Seseorang dikategorikan menderita hipertensi jika tekanan sistolik melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg dalam dua kali pengukuran yang berbeda.

Baca juga: PLN Raih Sejarah, Darmawan Prasodjo Sebut Prestasi Berkat Strategi Beyond kWh

Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidapnya hingga terjadi kerusakan pada organ vital seperti jantung, ginjal, otak, dan mata.

Gejala Hipertensi

Pada awalnya, hipertensi sering kali tidak menimbulkan keluhan.

Namun, bila tekanan darah tinggi terus dibiarkan, dapat menyebabkan kerusakan organ atau yang dikenal dengan Hypertension-Mediated Organ Damage.

Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

Cepat lelah dan sesak napas saat beraktivitas
Pembengkakan pada tangan dan kaki
Frekuensi buang air kecil menurun
Penglihatan kabur
Nyeri pada tungkai saat beraktivitas
Pada kondisi krisis hipertensi (lonjakan tekanan darah mendadak), gejala bisa lebih berat dan mengancam nyawa, seperti:

Sakit kepala hebat
Penurunan kesadaran
Kejang
Mati rasa pada salah satu sisi tubuh
Nyeri dada dan sesak napas
Jantung berdebar
Penurunan jumlah urine
Penyebab Hipertensi
Secara umum, hipertensi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya:

Hipertensi Primer (Esensial)
Jenis ini dialami oleh sekitar 90 persen penderita, dan penyebab pastinya belum diketahui secara jelas. Faktor gaya hidup dan genetik sangat berpengaruh.
Hipertensi Sekunder
Hipertensi ini terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal kronis, gangguan hormon, kelainan tiroid, obstructive sleep apnea, serta efek samping dari obat-obatan tertentu.

Baca juga: Doa agar Diri Menjadi Pribadi yang Berguna bagi Sesama

Penanganan dan Pencegahan
Hipertensi dapat dicegah dan dikendalikan dengan perubahan gaya hidup, seperti:

Mengurangi konsumsi garam
Berolahraga secara teratur
Menjaga berat badan ideal
Menghindari rokok dan alkohol
Mengelola stres
Memeriksa tekanan darah secara rutin
Jika tekanan darah tetap tinggi meskipun gaya hidup sudah diubah, dokter biasanya akan memberikan terapi obat sesuai kondisi pasien.

Penanganan hipertensi dapat dilakukan melalui modifikasi gaya hidup serta penggunaan obat-obatan antihipertensi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved