Breaking News:

Soal Insiden Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab, Muhammadiyah: Jangan Sampai Tutupi Isu Korupsi

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas meminta masyarakat fokus dalam mengawasi kasus korupsi yang terjadi di masa pandemi Covid-1

Tribunnews/Herudin
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil suap saat konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2020) dini hari. KPK menetapkan lima tersangka termasuk Menteri Sosial, Juliari P Batubara terkait dugaan suap bantuan sosial Covid-19 dan mengamankan total uang sejumlah Rp 14,5 miliar yang terdiri dari mata uang rupiah dan mata uang asing. Rinciannya yakni Rp 11,9 miliar, USD 171.085, dan sekitar SGD 23.000. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNPALU.COM - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas meminta masyarakat fokus dalam mengawasi kasus korupsi yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Dirinya berharap masyarakat tidak teralihkan dengan insiden penembakan yang menewaskan enam orang pengikut pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Meski dirinya mendukung penuntasan kasus ini secara mendalam.

Menurut Busyro, di masa pandemi Covid-19, kejahatan korupsi justru dilakukan semakin terstruktur, sistematis dan masif.

Mantan Pimpinan KPK ini menyinggung korupsi dana bantuan sosial Covid-19 yang melibatkan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Dirinya mengecam korupsi yang dilakukan saat rakyat mengalami kesusahan akibat pandemi Covid-19.

"Problem besar yang lain korupsi yang memiskinkan rakyat. Korupsi yang terakhir menyangkut dana bantuan sosial ketika rakyat sedang terkapar ekonominya, terkapar kesehatannya. Terancam jiwanya, tega-teganya ada korupsi di Kementerian Sosial," ucap Busyro.

Dirinya meminta masyarakat tidak lengah dengan isu korupsi yang menyengsarakan rakyat.

Di sisi lain, Busyro tetap mendukung pengungkapkan dugaan penembakan terhadap enam pengikut Rizieq Shihab.

"Sebagai tanggung jawab rakyat, tanggung jawab demokrasi. Yang itu unsur demokrasinya termasuk elemen masyarakat sipil, sehingga kita tidak terkecoh dengan perkara ini. Insiden ini yang tetap harus diusut sampai tuntas tapi juga jangan sampai sekali lagi lengah terhadap agenda besar yang lain," ucap Busyro.

Baca juga: Ini Respon Habib Rizieq Atas Tewasnya 6 Pengawalnya di Jalan Tol Jakarta Cikampek

Dirinya juga menyoroti tentang menteri di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ditangkap oleh KPK.

Menurutnya, hal ini menunjukan kasus korupsi perlu mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat.

"Empat menteri yang sudah ditangkap atau diproses hukum oleh KPK dalam periode presiden yang sekarang ini, menunjukkan bahwa korupsi tersebut semakin sistemik. Itu artinya ada problem besar, yang problem besar itu perlu kita cermati bersama," kata Busyro.

"Jadikan agenda bersama karena korupsi merupakan common enemy, musuh bersama semua elemen. Elemen TNI, elemen Polri dan penegak hukum yang lain dan unsur masyarakat sipil termasuk perguruan tinggi dan ormas," tambah Busyro.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Muhammadiyah Harap Insiden Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Tak Tutup Isu Korupsi di Masa Pandemi, 

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved