Breaking News:

Curhat Bupati Luwu Utara Indah Putri tentang Rumah dan Mobil Pendukungnya yang Dibakar

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyesalkan aksi penyerangan terhadap rumah pendukungnya di Desa Sidomukti dan Desa Patoloan.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
MUH. AMRAN AMIR via Kompas.com
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat mencoba menaiki kendaraan ojek menuju Kecamatan Seko, yang merupakan daerah terpencil, beberapa waktu lalu, Sabtu (13/06/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyesalkan aksi penyerangan terhadap rumah pendukungnya di Desa Sidomukti dan Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Jumat (11/12/2020) dini hari.

Pernyataan kecewa ditulis bupati sekaligus calon petahana pada halaman Facebook-nya.

"Saya pikir tahapan pilkada 2020 sudah selesai, tinggal menunggu hasil resmi dari KPU. Tapi rupanya masih ada pihak-pihak yang tidak puas lalu menggunakan cara-cara tidak terpuji," tulis Indah.

"Mereka melakukan kekerasan dan teror dengan menyerang dan membakar. Relawan BISA (Bersama Indah Suaib) yang dijadikan sasaran serangan dalam waktu yang hampir bersamaan."

Baca juga: Kisah Wanita di AS Meninggal Dunia karena Covid-19, Sempat Kritis pada Tanggal Pernikahannya

Baca juga: Sebut Pejabat Kaya Bukan Jaminan Tidak Korupsi, KPK: Yang Kuat Iman Saja yang Tidak Terjerat Korupsi

Mobil Avanza milik Fajar di Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dibakar OTK, Jumat (11/12/2020) dini hari.
Mobil Avanza milik Fajar di Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dibakar OTK, Jumat (11/12/2020) dini hari. (TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI)

"Kejadian pada pukul 01.30 WITA, saat tuan rumah dan kita semua sedang tertidur nyenyak," sambungnya.

Indah menyebut, tiga relawan BISA yang jadi korban penyerangan adalah Fandi dan Murtoyo di Desa Sidomukti serta Fajar di Desa Patoloan.

"Sungguh, ini tindakan keterlaluan, sehingga saya minta aparat keamanan untuk diusut tuntas."

"Pihak kepolisian harus segera tangkap pelaku dan otak di baliknya, agar kejadian serupa atau lebih tidak terulang. Tidak ada ruang buat cara-cara kekerasan dan tidak bertanggung jawab seperti ini," tuturnya.

Ia berpesan kepada seluruh tim, simpatisan, dan relawan BISA tidak terpancing pasca penyerangan yang mengakibatkan tiga rumah dan dua mobil dibakar.

"Jangan ada balasan, berikan kesempatan pihak kepolisian untuk bekerja menyelesaikan kasus ini. Saya minta semua pendukung, tim untuk tetap menahan diri, tapi tetap waspada. Salamaki tapada salama," tutupnya.

Baca juga: Setelah Ustaz Yusuf Mansur Selesai Karantina, Keluarga akan Kembali Jalani Tes Swab

Baca juga: Ungkap Reaksi Rizieq Shihab saat Ditetapkan Tersangka, Tim Kuasa Hukum FPI: Beliau Tenang Saja

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved