Senin, 18 Mei 2026

Curhat Bupati Luwu Utara Indah Putri tentang Rumah dan Mobil Pendukungnya yang Dibakar

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyesalkan aksi penyerangan terhadap rumah pendukungnya di Desa Sidomukti dan Desa Patoloan.

Tayang:
MUH. AMRAN AMIR via Kompas.com
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat mencoba menaiki kendaraan ojek menuju Kecamatan Seko, yang merupakan daerah terpencil, beberapa waktu lalu, Sabtu (13/06/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyesalkan aksi penyerangan terhadap rumah pendukungnya di Desa Sidomukti dan Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Jumat (11/12/2020) dini hari.

Pernyataan kecewa ditulis bupati sekaligus calon petahana pada halaman Facebook-nya.

"Saya pikir tahapan pilkada 2020 sudah selesai, tinggal menunggu hasil resmi dari KPU. Tapi rupanya masih ada pihak-pihak yang tidak puas lalu menggunakan cara-cara tidak terpuji," tulis Indah.

"Mereka melakukan kekerasan dan teror dengan menyerang dan membakar. Relawan BISA (Bersama Indah Suaib) yang dijadikan sasaran serangan dalam waktu yang hampir bersamaan."

Baca juga: Kisah Wanita di AS Meninggal Dunia karena Covid-19, Sempat Kritis pada Tanggal Pernikahannya

Baca juga: Sebut Pejabat Kaya Bukan Jaminan Tidak Korupsi, KPK: Yang Kuat Iman Saja yang Tidak Terjerat Korupsi

Mobil Avanza milik Fajar di Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dibakar OTK, Jumat (11/12/2020) dini hari.
Mobil Avanza milik Fajar di Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dibakar OTK, Jumat (11/12/2020) dini hari. (TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI)

"Kejadian pada pukul 01.30 WITA, saat tuan rumah dan kita semua sedang tertidur nyenyak," sambungnya.

Indah menyebut, tiga relawan BISA yang jadi korban penyerangan adalah Fandi dan Murtoyo di Desa Sidomukti serta Fajar di Desa Patoloan.

"Sungguh, ini tindakan keterlaluan, sehingga saya minta aparat keamanan untuk diusut tuntas."

"Pihak kepolisian harus segera tangkap pelaku dan otak di baliknya, agar kejadian serupa atau lebih tidak terulang. Tidak ada ruang buat cara-cara kekerasan dan tidak bertanggung jawab seperti ini," tuturnya.

Ia berpesan kepada seluruh tim, simpatisan, dan relawan BISA tidak terpancing pasca penyerangan yang mengakibatkan tiga rumah dan dua mobil dibakar.

"Jangan ada balasan, berikan kesempatan pihak kepolisian untuk bekerja menyelesaikan kasus ini. Saya minta semua pendukung, tim untuk tetap menahan diri, tapi tetap waspada. Salamaki tapada salama," tutupnya.

Baca juga: Setelah Ustaz Yusuf Mansur Selesai Karantina, Keluarga akan Kembali Jalani Tes Swab

Baca juga: Ungkap Reaksi Rizieq Shihab saat Ditetapkan Tersangka, Tim Kuasa Hukum FPI: Beliau Tenang Saja

Polisi Beberkan Kronologi

Polres Luwu Utara merilis kronologis kasus penyerangan tiga rumah pendukung pasangan Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (BISA) di Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (11/12/2020) dini hari.

Dalam penyerangan itu, dua unit mobil dibakar orang tidak dikenal (OTK).

Kapolres Luwu Utara, AKBP Irwan Sunuddin mengatakan, kejadian itu dimulai pukul 01.45 Wita.

Dimana terjadi pembakaran mobil Avanza DP 1229 FB milik Fajar (52) di Desa Patoloan.

"Mobil terbakar pada bagian luar, dalam bagian belakang serta pecah ban belakang kiri dan kanan," ujar Irwan.

Dijelaskannya, saat kejadian pemilik mobil sedang tidur.

Namun, ia terbangun karena mendengar suara ledakan dan alarm mobil.

"Fajar keluar dari rumahnya karena alarm mobilnya tidak kunjung berhenti dan melihat mobilnya telah terbakar. Lalu berteriak meminta tolong, mengambil air untuk mematikan api," jelasnya.

Pukul 02.00 WITA, juga ikut terbakar mobil Grand Max DP 8673 HA milik Fandi (52) di Desa Sidomukti.

Sebelum kejadian, anak Fandi, Nurmiati (19) sementara baring dalam kamar dan mendengar motor berhenti di depan rumahnya.

Tidak lama kemudian motor tersebut bergerak dengan kencang menuju jalan poros.

Nurmiati membukan pintu kamar dan melihat kobaran api yang membakar mobil.

"Melihat adanya kobaran api, saksi Nurmiati berteriak dan bapaknya Fandi bangun, kemudian datang warga sekitar untuk membantu memadamkan kobaran api," jelasnya.

Selanjutnya sekitar pukul 02.42 WITA, terjadi percobaan pembakaran garasi mobil milik Murtoyo (40) di Desa Sidomukti.

Saksi Heru (38), sekaligus tetangga korban sementara tidur dan tiba-tiba bangun karena mendengar suara motor.

Setelah bangun ia langsung keluar rumah.

"Saksi melihat rumah korban sudah terbakar di bagian atap garasi mobil, melihat kejadian itu saksi berteriak meminta tolong untuk memadamkan api," jelasnya.

Irwan mengatakan masih memburu pelaku dalam kasus ini.

"Pelaku masih dalam lidik, sementara situasi di TKP tetap aman dan terkendali," tutup Irwan.

(Tribun Timur/Chalik Mawardi)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Rumah dan Mobil Pendukungnya Dibakar, Indah Putri Indriani Curhat di Facebook, 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved