14 Provinsi Ini Akui Siap Membuka Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
Kemendikbud mengaku sudah ada 14 provinsi yang sudah siap membuka belajar tatap muka di sekolah maupun kuliah.
TRIBUNPALU.COM - Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 saat ini pelaksanaan pembelajaran tatap muka masih menjadi pro kontra di kalangan masyarakat.
Sejumlah provinsi memutuskan untuk tidak membuka belajar tatap muka terlebih dahulu.
Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) mengaku sudah ada 14 provinsi yang sudah siap membuka belajar tatap muka di sekolah maupun kuliah.
Baca juga: Update Virus Corona di Indonesia, 5 Januari 2021: Tambahan 7.445 Kasus Baru, total Kasus 779.548
Baca juga: Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 5 Januari 2021: 14 Kasus Baru, 12 Tambahan Pasien Sembuh
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021 secara daring, Selasa (5/1/2021).
"Meski 14 provinsi siap, tapi tidak 100 persen di daerah itu sudah siap belajar tatap muka," kata Jumeri.
Dia menyebutkan, adapun 14 provinsi yang sudah siap belajar tatap muka, seperti Jawa Barat, Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara.
Kemudian ada Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Barat.
Sementara, kata Jumeri, ada 4 provinsi yang menggunakan program blended learning.
Arti dari blended learning adalah, perpaduan antara belajar tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh ( PJJ) secara daring atau online.
Baca juga: Kemendikbud Sebut Formasi CPNS Bagi Guru Tetap Akan Ada
Baca juga: Izin BPOM Belum Keluar Tapi Vaksin Covid-19 Sudah Didistribusikan, Ini Penjelasan Jubir Vaksinasi
"Dengan blended learning kita juga perbolehkan. Kita memperbolehkan, bukan mewajibkan," jelas dia.
Adapun 4 provinsi yang menggunakan program blended learning adalah Maluku, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.
Sedangkan yang belum siap belajar tatap muka, Jumeri menyebutkan, ada 16 provinsi. Mungkin di provinsi ini masih memikirkan kembali satu sampai dua bulan dalam menjalankan belajar tatap muka.
Sekolah tetap fasilitasi PJJ
Dia menegaskan, apabila ada orangtua yang belum mengizinkan anaknya untuk belajar tatap muka, maka pihak sekolah tetap memberikan fasilitas pembelajaran lewat PJJ.
"Bisa jadi di satu provinsi ada daerah yang aman, ada juga yang belum. Makanya bagi siswa yang tidak belajar tatap muka, tetap bisa melakukan PJJ," tegasnya.